Presiden Jokowi Tidak Akan Biarkan Negara Lain Kuasai Wilayah Indonesia

0
654
Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, pada Rabu, 14 November 2018. Pertemuan berlangsung di Suntec Convention Centre, Singapura, di sela rangkaian acara pertemuan ASEAN. (Foto Biro Pers Setpres)

JAKARTA (LINTAS PAPUA) – Presiden Indonesia, Joko Widodo kembali menunjukkan ketegasannya dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saat berpidato di acara deklarasi ulama Madura untuk Jokowi-Kiai Ma’ruf, di Gedung Serbaguna Rato Ebuh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018), Jokowi mengaku panas ketika China mengklaim wilayah Natuna, Kepulauan Riau, sebagai bagian dari Laut China Selatan.

Karena geram, Jokowi langsung mengerahkan kapal perang RI ke Natuna pada 23 Juni 2016. Jokowi tidak hanya memerintahkan, tetapi dia juga ikut ke sana dengan menaiki KRI Imam Bonjol-383. Di atas kapal itu, Jokowi menggelar rapat yang membahas percepatan pembangunan di Natuna.

“Tadi Mbak Yenny menyampaikan, waktu ada klaim Natuna itu masuk dari bagian, garisnya Laut China Selatan. Bener. Saya juga panas. Saya bawa kapal perang, saya ke Natuna,” ujar Jokowi, seperti dilansir laman Detik, Rabu (19/12/2018).

“Saya sampaikan bahwa Natuna adalah teritorial Indonesia di atas kapal perang, waktu itu, karena penduduk di Kabupaten Natuna itu 169.000 jiwa, itu adalah penduduk Indonesia. Masak ada yang mau mengklaim-mengklaim? Kalau ada yang mau ngajak berantem, ya kita ramai-ramai. Iya, jelas itu wilayah kita,” tambah Jokowi.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menerangkan, Laut China Selatan lebih bergejolak dibanding sebelumnya. Dia pun memerintahkan jajaran TNI selalu bersiaga di sana. Dia juga meminta Satuan TNI Terintegrasi Natuna, yang baru diresmikannya, fokus menangkap ancaman di wilayah perairan yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia itu.

“Untuk membangun kekuatan TNI yang diharapkan mampu memberikan daya tangkal atau deterrent effect terhadap ancaman, khususnya di perbatasan,” kata Hadi saat memberikan amanat setelah meresmikan Satuan TNI Terintegrasi Natuna, di Fasilitas Labuh TNI AL Selat Lampa, Kepulauan Riau, Selasa (18/12/2018).

Memanasnya situasi di Natuna berawal dari klaim China atas wilayah yang menghubungkan Asia dengan Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. China mengklaim wilayah, yang disebut Badan Informasi Energi AS (US Energy Information Administration) menyimpan 11 miliar barel minyak bumi dan 190 triliun kubik gas alam, sebagai bagian dari teritori mereka, berdasarkan kepada Teritori Sembilan Garis Putus-putus, yang dibuat sejak rezim Kuomintang pada tahun 1947.

Di dalam peta itu digambarkan China menguasai lebih dari 2 juta km persegi wilayah Laut China Selatan. Menurut laman Rappler Indonesia, setiap tahunnya Laut China Selatan dilintasi kapal laut yang mengangkut barang-barang dengan nilai 5 triliun dolar AS. Wilayah yang diklaim China itu bermula dari pulau Hainan, di bagian selatan daratan China, dan membentuk kurva ke selatan sejauh 1.611 km ke arah Indonesia.

Garis Kuomintang itu bersinggungan dengan sejumlah daerah milik negara lain, seperti Filipina, Malaysia, dan Vietnam, yang semuanya memakai basis Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Adapun klaim China atas wilayah itu berdasarkan kepada catatan sejarah dan peta kuno.

Klaim China juga memengaruhi wilayah Indonesia di perairan Natuna. Kondisi sempat memanas karena insiden antara kapal perang Indonesia dengan China pada bulan Juni 2016. KRI Imam Bonjol-383 menangkap kapal ikan China, Han Tan Cou 19038, yang kedapatan beroperasi di wilayah Natuna.

Sebanyak dua kapal penjaga pantai milik China dengan nomor lambung 3303 dan 2501 bergantian mendesak agar kapal nelayan dari negara mereka dilepas oleh kapal TNI AL. Aksi itu dinilai sebagai bentuk pelecehan China atas kedaulatan Indonesia, sehingga membuat geram Jokowi dan kemudian menaiki kapal perang di sana. (https://api.jokowidodo.app/post/detail/jokowi-tidak-akan-biarkan-negara-lain-kuasai-wilayah-indonesia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here