Camdessus, Soeharto, Adkerson dan Jokowi

0
967
Bandingkan dengan gambar epik lain yang terjadi pada hari bersejarah lainnya, Jumat, 21 Desember 2018 di gedung yang sama. Saat itu, done deal, Indonesia melalui PT Inalum (Persero) resmi ditetapkan menjadi pemegang saham mayoritas PT Freeport Indonesia. Dan lihatlah, sebelum tandatangan dan jabat tangan dilakukan, bos besar Freeport McMoran Richard Adkerson memberikan sikap hormat pada Jokowi. (FOTO ISTIMEWA)

JAKARTA (LINTAS PAPUA)  –  Dua peristiwa monumental terjadi di Istana Merdeka pada dua rentang kepemimpinan berbeda. Pada 15 Januari 1998, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Michel Camdessus berdiri sambil melipat tangan di samping Presiden Indonesia saat itu, Soeharto beserta sejumlah menteri dan pejabat lainnya di satu ruangan. Soeharto menunduk ke arah meja.

Di belakangnya ada pergola bermotif wayang.

Dalam foto nan penuh makna itu, terlihat di atas meja ada beberapa dokumen bermap batik. Soeharto lalu menandatangani beberapa lembar dokumen letter of intent (LoI) yang berisi Indonesia menerima resep ekonomi dari IMF untuk memulihkan ekonomi nasional yang memburuk sejak Agustus 1997.

Bandingkan dengan gambar epik lain yang terjadi pada hari bersejarah lainnya, Jumat, 21 Desember 2018 di gedung yang sama. Saat itu, done deal, Indonesia melalui PT Inalum (Persero) resmi ditetapkan menjadi pemegang saham mayoritas PT Freeport Indonesia. Dan lihatlah, sebelum tandatangan dan jabat tangan dilakukan, bos besar Freeport McMoran Richard Adkerson memberikan sikap hormat pada Jokowi.

Jokowi menegaskan bahwa kepemilikan saham mayoritas Freeport ini akan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

“Hari ini merupakan momen yang bersejarah setelah PT Freeport beroperasi di Indonesia sejak 1973. Kepemilikan mayoritas ini akan kita gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan, pertemuan ini juga memastikan bahwa PT Inalum telah membayar lunas pembelian 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia senilai USD 3,85 miliar.

Selain itu, seluruh permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan dan smelter yang sempat menjadi ganjalan telah diselesaikan dan disepakati.

Tak lupa, Jokowi menegaskan bahwa pendapatan dari sisi pajak maupun royalti dipastikan akan meningkat. Tak kalah penting, rakyat Papua turut mendapatkan bagian dari berbagai keuntungan yang akan diperoleh.

“Masyarakat di Papua juga akan mendapatkan 10 persen dari saham yang ada. Tentu saja di Papua juga akan mendapatkan pajak daerahnya,” katanya.

Jokowi menegakkan harga diri bangsa kita. Jauh di atas kisah Indonesia dan IMF 20 tahun silam. Sungguh bangga jadi Indonesia di era Jokowi. ( https://api.jokowidodo.app/post/detail/camdessus-soeharto-adkerson-dan-jokowi )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here