Renungan Harian Minggu Pagi : Hidup Di Tengah Ketakutan

0
1175

Yesaya 8:11-23; Matius 14:27
”Jangan sebut persepakatan segala apa yang disebut bangsa ini persepakatan, dan apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar melihatnya”
(Yesaya 8:12).
Ketika Saddam Hussein masih duduk di takhtanya, ketika hasil pemilu diumumkan dan dia mendapatkan suara 100%, maka yang paling berbahagia adalah para narapidana. Mereka mendapat hadiah istimewa, berupa amnesti yang dilakukan besar-besaran di seluruh negeri.

Penjara-penjara mulai dikosongkan, secara serempak, para penghuninya keluar dijemput oleh sanak familinya. Misalnya seorang yang bernama Hassan Abdul Karim, 74, adalah salah seorang yang mendapat anugerah kebebasan mendadak. Dipenjarakan 160 tahun karena lima kasus pembunuhan, dia baru menjalaninya 25 tahun. “Para pencuri dari Baghdad telah dilepaskan,” komentar seorang penduduk di ibu kota Irak.

Dia merujuk pada cerita terkenal The Thieves of Baghdad. Lalu, dia menghubungkan dengan kekhawatiran warga Baghdad akan keamanan kota setelah ratusan bahkan ribuan kriminal dilepaskan secara bersamaan sebelum masa hukumannya habis.

Pada waktu itu, tepatnya tanggal 20 Oktober 2002, “Baghdad tidak akan bisa tidur tenang malam ini dengan semua pencuri berada di jalan,” kata seorang pengemudi taksi saat menuju penjara terkenal Abu Gharib. Warga yang lain mengingatkan agar jangan lupa mengunci pintu dan jendela, yang lainnya lagi menyusun semacam keamanan di lingkungan distriknya. Ketakutan mencekam warga Baghdad.

Itu memang cerita lama saat Saddam berkuasa. Tetapi kini Baghdad tidak lebih baik, bahkan lebih buruk. Kejadian ini tidak hanya terjadi di Baghdad, namun terjadi di negeri kita juga. Dimana beberapa waktu yang lalu ada sebuah teror yang dilakukan oleh kaum radikal, yaitu bom bunuh diri yang menewaskan beberapa orang.

Koran dan televisi didominasi oleh berita kriminalitas. Di mana-mana bahaya mengancam. Bahkan kini orang mau belanja ke pasar perlu berpikir beberapa kali sebab keamanan tidak dapat dijaminkan lagi.

Belum lagi kalau kita berbicara tentang bahaya pergaulan bebas anak-anak sekolah. Orang tua setiap hari dicekam oleh ketakutan. Ada nggak sih tempat yang aman di muka bumi ini ?.

Kalau kita mencari tempat yang aman, carilah Tuhan. Tidak ada empat yang paling aman kecuali berada dalam pelukan Tuhan Yesus. Serahkanlah segala ketakutan dan kekhawatiran kita, sebab Allah Sanggup menjaga kita dan keluarga kita.

Renungan :

Kita pasti tidak salah kalau kita mengharapkan Tuhan ebagai pelindung kita. Jangan takut kepada berbagai berita yang nengerikan. Jangan ikut-ikutan takut dengan mereka yang memang masa hidupnya dalam ketakutan.  Ketakutan adalah racun iman. (MULTIMEDIA DEPARTMENT GRAHA BETHANY NGINDEN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here