Wali Kota Benhur Tomi Mano Sikapi Demokrasi Sistem Noken Harus Dihapus

0
675
“Ondoafi yang ada di wilayah adat Tabi semua saya biayai berangkat ke bapa Presiden, untuk minta sistem Noken dihapus. Kita bukan minta merdeka, tapi kita minta sistem Noken dihapus. Jadi, semua Ondoafi yang ada di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Mamberamo Raya nanti saya ajak ketemu dengan bapa Jokowi, saya yang beli tiket, barang apa jadi," ujar Wali Kota BTM, demikian sapaan akrabnya saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Akbar I Masyarakat Adat Tabi, yang berlangsung di Lapangan Upacara, Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (20/12/2018) malam. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Seluruh Ondoafi (Kepala Suku) yang ada di wilayah Adat Tabi direncanakan akan difasiliasi oleh Walikota Jayapura Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, M.M., untuk bertemu Presiden RI Ir. Joko Widodo (Jokowi).

Rencana pertemuan tersebut untuk meminta langsung kepada presiden. Supaya pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) dengan sistem Noken yang ada di 14 kabupaten di Provinsi Papua dapat dihapuskan.

“Ondoafi yang ada di wilayah adat Tabi semua saya biayai berangkat ke bapa Presiden, untuk minta sistem Noken dihapus. Kita bukan minta merdeka, tapi kita minta sistem Noken dihapus. Jadi, semua Ondoafi yang ada di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom dan Kabupaten Mamberamo Raya nanti saya ajak ketemu dengan bapa Jokowi, saya yang beli tiket, barang apa jadi,” ujar Wali Kota BTM, demikian sapaan akrabnya saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Akbar I Masyarakat Adat Tabi, yang berlangsung di Lapangan Upacara, Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (20/12/2018) malam.

Dalam pertemuan ini, diungkapkan BTM, jika pemilihan umum kepala daerah di Provinsi Papua masih menggunakan sistem Noken, maka sudah dipastikan masyarakat adat Tabi tidak akan memiliki kesempatan lagi untuk memimpin Provinsi Papua.

 

Selain itu, dirinya juga meminta kepada seluruh masyarakat adat Tabi, agar bisa mandiri tanpa bergantung kepada orang lain.

“Jangan seperti kerbau yang ditusuk hidungnya dan dibawa kesana kemari. Kita punya pendirian di negeri kita ini, kita lahir disini dan kita mati disini. Jadi kita juga harus menjadi pemimpin di negeri kita sendiri,” tegasnya.

Mengutip apa yang disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Martuani Sormi, M.Si, Walikota Jayapura dua periode ini juga mengharapkan. agar masyarakat adat Tabi bisa menjadi lilin yang bercahaya dalam gelap.

“Tabi sendiri artinya itu terang. Jadi, kita juga harus bisa menerangi kehidupan. Anak-anak Tabi tidak boleh takut, mari kita maju untuk membuat pembaharuan di atas tanah dan negeri kita sendiri” tukasnya. (Irfan / Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here