Renungan Malam : Kepekaan Rohani dan Sosial

0
1787

Bacaan : Yesaya 3:16 – 4:1; 2 Korintus 4:18

Tuhan berfirman: Oleh karena wanita Sion telah menjadi sombong dan telah berjalan dengan jenjang leher dan dengan main mata, berjalan dengan dibuat-buat langkahnya dan gemerincing dengan giring-giring kakinya, maka Tuhan akan membuat batu kepala wanita Sion penuh kudis dan Tuhan akan mencukur rambut sebelah dahi mereka.
(Yesaya 3:16-17)

Wanita biasanya menjadi tiang terakhir baik di dalam keluarga, gereja maupun bangsa dan negara sebagai penyampai pesan moral yang mengingatkan keadaan di sekitarnya agar bertobat dan berbalik dari jalan-jalan yang jahat. Namun apa yang terjadi dengan kaum wanita Yehuda sungguh di luar dugaan.

Di tengah-tengah kemerosotan segala sesuatu yang terjadi di tengah-tengah bangsanya seperti kemerosotan rohani, moral, dan politik, kaum wanita Yehuda malah terpikat oleh segala hal yang berkaitan dengan penampilan lahiriah yang menarik dan bukan oleh kekudusan batin dan kasih kepada Allah.

Wanita Yehuda mementingkan diri sendiri, sibuk mengurus hal-hal yang berkaitan dengan daya tarik seksual serta hanya memikirkan kebutuhan mereka sendiri.

Mereka sama sekali tidak menunjukkan perhatian kepada orang yang tertindas, miskin atau kepada keadaan rohani yang terpuruk dari tiap-tiap keluarga serta masyarakat mereka.

Mereka telah bertumbuh menjadi manusia yang tidak punya kepekaan rohani dan sosial sama sekali. Sungguh tragis, tidak ada lagi yang bisa diharapkan menjadi tiang penyelamat keluarga, bangsa dan negara.

Kurang kepekaan rohani dan kurang kepekaan sosial seringkali memang menjadi makanan sehari-hari yang kita lihat di sekeliling kita atau bahkan yang kita lakukan sendiri. Kurang rasa belas kasihan melihat jiwa-jiwa yang belum diselamatkan.

Tidak merasa tertarik dengan pelayanan anak-anak jalanan yang kurang beruntung. Tidak memiliki rasa iba bahkan cenderung menghindar dari orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Sibuk mengurus diri sendiri dengan segala macam model perawatan tubuh. Sibuk berburu mobil mewah dan keluaran terbaru.

Sibuk renovasi dan bongkar pasang rumah secara berlebihan. Dan masih banyak lagi rentetan daftar panjang lainnya.

Berhati-hatilah, Allah mengancam akan mempermalukan wanita-wanita Yehuda dengan menjadikan mereka budak-budak tertindas dari para penjajah mereka oleh karena perlakuan yang tidak pantas tersebut.

Renungan :
Seringkali kita hanya sibuk melihat ke atas dan ke samping. Kita berlomba-lomba saling menyaingi dalam hal penampilan. Kita selalu melihat ke atas untuk dapat tampil lebih modis, menarik dan trendis. Tanpa sadar, kita sudah bersikap berlebihan dan tidak wajar lagi oleh karena mengejar semua hal itu.

Kepekaan rohani dan kepekaan sosial adalah dua hal yang Tuhan tuntut dari kita untuk tetap dapat menjadi garam dan terang di tengah-tengah dunia yang gelap ini. (MULTIMEDIA DEPARTMENT GRAHA BETHANY NGINDEN.)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here