Perayaan Natal Akbar Masyarakat Tabi : Bersatu Siap Deklarasikan Provinsi Tabi

0
1293
Foto Bersama Suasana Natal Masyarakat Tabi. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Seluruh masyarakat adat Tabi diajak untuk tidak lagi bicara soal Merdeka.

“Kalaupun ingin bicara merdeka, saya ajak agar seluruh masyarakat adat Tabi untuk berjuang memerdekakan daerah masing-masing di bidang pendidikan, kesehatan dan juga infrastruktur,”  ujar Wali Kota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, MM.,  dalam sambutannya pada Perayaan Natal Akbar I Masyarakat Adat Tabi, yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (20/12/2018) malam.

Caption Foto : Wali Kota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, MM.,  dalam sambutannya pada Perayaan Natal Akbar I Masyarakat Adat Tabi dan selanjutya foto bersama dengan para muspida TNI / Polisi dan Tokoh Masyarakat Adat Tabi. (Irfan / HPP)

“Tabi artinya terang. Kita adalah anak-anak terang, jadi jangan kita berpikir tentang merdeka lagi. Mari bersama kita merdeka di bidang pendidikan, kesehatan serta infrasturktur, dan secara bersama juga kita menata ekonomi di daerah kita masing-masing itulah yang disebut dengan merdeka” tutur pria yang akrab disapa BTM.

Masyarakat adat Tabi juga diharapkan untuk menjadi tuan di atas tanah dan negerinya sendiri. Selain itu, BTM juga mengungkapkan bahwa perayaan Natal akbar pertama ini menjadi sebuah momen penting bagi seluruh masyakarat adat Tabi.

“Perayaan Natal hari ini juga adalah momen kebangkitan bagi kita, anak-anak negeri Tabi. Natal yang sedang dirayakan ini bukti bahwa Yesus Kristus lahir bagi masyarakat di wilyah Adat Tabi” katanya.

BTM juga menyebutkan,  bahwa wilayah adat Tabi berbeda dengan daerah lainnya yang ada di Provinisi Papua dan Papua Barat.

“Sebagai contoh, saat Injil masuk di Pulau Mansinam pada tanggal 5 Februari 1855, Ottow dan Geisler itu hanya diterima oleh dua masyarakat biasa. Tapi, kalau di Tabi hal itu tidak terjadi karena yang menyambut kedatangan missionaris yang akan mengabarkan Ijil di Tabi itu adalah Ondoafi (Kepala Suku) besar. Jadi ini beda, beda sekali,” imbuh Walikota Jayapura dua periode tersebut.

Dikatakannya, usai perayaan Natal akbar ini, masyarakat adat Tabi akan kembali berkumpul di Port Numbay (Kota Jayapura – red) pada tanggal 10 Maret 2019 mendatang untuk merayakan Masuknya Injil di Tanah Tabi.

Caption Foto : Suasana Perayaan Natal Akbar I Masyarakat Adat Tabi, yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (20/12/2018) malam. dan selanjutya foto bersama dengan para muspida TNI / Polisi dan Tokoh Masyarakat Adat Tabi. (Irfan / HPP)

“Pada perayaannya nanti kita akan kembali berkumpul lagi dan bisa saja kita akan deklarasikan provinsi tanah tabi nanti. Saya tidak main-main, karena saya tidak mau jadi budak diatas saya punya tanah sendiri. Saya ingin jadi pemimpin diatas tanah dan negeri saya sendiri” tegasnya.

“Apakah saya, apakah Bupati Jayapura (Mathius Awoitauw) jadi gubernur Papua ditahun depan nanti hal itu harus terjadi anak Tabi juga harus jadi pemimpin” tambah BTM.

Lebih lanjut di katakan BTM, Kantor Gubernur Papua yang saat ini berdiri megah di Jl. Soa-siu, Dok II, Kota Jayapura itu berada di atas Tanah Tabi.

“Saya bicara karena saya punya data. Kantor Gubernur Papua saat ini berdiri diatas tanah Tabi, hari ini juga Ondoafi bisa palang kantor itu. Karena saya dekat dengan kantor gubernur dan saya lihat dan rasa kalau saya disikat tapi saya kuat karena saya pemilik tanah dan negeri ini” tutur Wali Kota Anak Kampung Tobati, yang sering disapa BTM.

“Untuk itu, dalam perayaan tersebut dirinya mengucapkan terima kasih kepada panitia yang telah merancangnya sehingga masyarakat adat Tabi bisa berkumpul bersama untuk memperbaharui tanah Tabi agar lebih baik kedepannya,”  kata Wali Kota Jayapura, Dr. Drs. Benhur Tomi Mano, MM., dalam sambutannya pada Perayaan Natal Akbar I Masyarakat Adat Tabi, yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (20/12/2018) malam.

“Perayaan Natal ini sangat bagus supaya kita bisa memperbaharui tanah kita,  agar kita juga tidak menjadi budak di tanah dan negeri kita sendiri” tandasnya.

Perayaan Natal Akbar Masyarakat Tabi dihadiri ribuan warga masyarakat Tabi dari berbagai Kabupaten Sarmi, Mamberamo Raya, Keerom dan Kota Jayapura serta Kabupaten Jayapura yang menjadi tuan rumah. (Irfan / Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here