JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Masyarakat Adat Tabi memberikan apresiasi dan dukungan kepada anak – anak generasi Tabi yang akan melaksanakan Ibadah Perayaan Natal Bersama, sebagai bagian dari Bersekutu Berkumpul Untuk Bersatu Membangun Tanah Tabi dengan pujian dan rasa syukur kepada Tuhan Yesus Kristus Putra Natal.

Ketua Dewan Adat Suku Sentani, Demas Tokoro mengatakan, bahwa pihaknya mendukung rencana Forum Diskusi dan Perayaan Natal Bersama Masyarakat Adat Tabi, karena selama ini beljum bersatu, padahal ada lima wilayah pemerintahan dan banyak suku.

“Kami mendorong anak – anak Tabi untuk bersatu dan menatap masa depan bersama, kami juga mengajak semua anak muda Tabi, yang terdiri dari empat kabupaten dan satu kota, sehingga ini merupakan satu wilayah yang sangat besar, mulai dari Mamberamo hingga Kali Tami,” ujar Ketua Dewan Adat Suku Sentani, Demas Tokoro, kepada media di Pinggiran Danau Sentani, di kediaman Bapak Ondoafi Ramses Ohee, di Waena, Selasa (18/12/2018).

Dikatakan, bahwa kita harus bersatu bersama – sama memikirkan masa depan Tabi, sebab kalau kita tidur, maka akan menjadi penonton diatas tanah kita.

“Kita bukan hanya bicara hak politik saja, tetapi ada hak ekonomi dan hak budaya dan sosial lainnya, sehingga melalui perayaan Natal bersama kita mensyukuri semua bersatu bersama mensyukuri Tanah Tabi,” kata Demas Tokoro, yang dibenarkan Ketua LMA Port Numbay, Goerge Awi, yang berkesempatan hadir bersama dalam jumpa pers di kediaman Ondoafi Ramses Ohee, di pinggiran Danau Sentani di Waena.

Dikatakan, bahwa geraka ini dimulai dari Natal bersama dan bagi kami pasti ada kerikil kecil atau kritikan kecil, namun suatu saat pasti semua akan bergabung.

“Sehingga kepada anak – anak Tabi yang kerja di lembaga apa saja semua harus gabung dan kita bersatu untuk memperjuangankan apa yang baik untuk masa depan kita bersama,” pesan Demas Tokoro.

Sementara itu, Ondoafi Kampung Waena, Ramses Ohee mengatakan, bahwa pertemuan khusus adalah rencana baik, dimana semua yang percaya Yesus Kristus sedang persiapkan diri menyambut Nya, sehingga dirinya meyambut baik rencana baik anak – anak Tabi yang dipersiapkan untuk sesuatu maksud yang baik, yang sejati dan saling menghormati satu sama lain,

Ramses Ohee, yang juga Ketua Umum Barisan Merah Putih Republik Indonesia ini menegaskan, jika Indonesia punya Pancasila, maka Masyarakat Tabi punya Lima Tekad, yakni pertama adalah Kesadaran  yaitu sadarkan seluruh insan Tabi kedepan.

“Bagaimana kita mau sadarkan kepada anak – anak Tabi untuk bersekutu dalam Tuhan rayakan Natal bersama, mendengar pesan orang tua dan cinta Tuhan,” pesan Ondoafi Kampung Waena, Ramses Ohee.

Ditambahkan, yang kedua adalah Kebutuhan : sadarkan seluruh anak Tabi, lihat sebagai Tanah Lahir Kita sebagai kebutuhan Utama.

“Ketiga adalah Siap, yaitu siapa saja jangan pernah menyangkal dirinya sebagai anak Tabi dan keempat adalah Keputusan, artinya sebagai anak Tabi harus menolak semua bujukan yang tidka bermanfaat dan tetap tunduk pada tatanan sebagai masyarakat adat,” katanya.

Dilanjutkan, yang menjadiu tekad kelima adalah Perjuangan, yaitu bahwa perjuangan  tidak pernah ada titik, hanya koma. Nanti titik Tuhan yang datang memberikan titik.

Dijelaskan, bahwa Tanah Tabi adalah  artinya Tanah Matahari Terbit, sehinga moment Perayaan Natal 2018, saatnya  anak – anak Tabi kita kumpul dan dari segala kesibukan rayakan dan mengucap syukur bersama.

“Kami mau buat sesuatu untuk generasi yang akan datang, sehinga kita kumpul bersama,  mari anak  – anak Tabi kita jaga Tanah Kita dan kita bersatu. Bukan jumlah yang besar, tetapi  bersatu untuk menjaga Tabi melalui bersekutu bersama mensyukuri melalui perayaan  Natal,” tandasnya mengakhiri pembicaraan.

Kota Jayapura. (Eveerth Joumiklena / lintaspapua.com )

Dalam rapat bersama masyarakat adat dan Panitia Natal Tabi, hadir pula, berbagai perwakilan anak – anak Tabi dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Mamberamo Raya.

 

 

 

 

Adapun perayaan Natal Tabi, direncanakan di Gunung Merah Kantor Bupati di Sentani, Kabupaten Jayapura, pada tanggal 20 Desember 2018,  dengan Tema Natal tetap menggunakan Tema Nasional “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita” ( 1 Korintus  1 : 30a)

“Dengan sub tema “Membangun Iman Dan Menata Peradaban Dan Menuju Pembaruan”. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com  )