Renungan Pagi : BERBUAHLAH !!!

0
1356

Yesaya 5: 1-7; Yohanes 15:4

“Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam” (Yesaya 5:4).

Saat kita membaca ayat di atas maka kita sedang diingatkan Tuhan kepada Injil Yohanes 15:1-2: “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapakulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”

Hidup kekristenan itu adalah hidup yang dinamis, artinya orang kristen itu harus bertumbuh imannya, harus bertumbuh pengharapannya dan harus bertumbuh kasihnya. Bertumbuh bukan hanya sekedar bertumbuh biasa-biasa, melainkan harus bertumbuh yang baik, sehingga menghasilkan buah yang baik. Jika asal bertumbuh memang bisa, tetapi buah yang dihasilkannya pun tidak akan baik alias asam.

Bertumbuh tidaknya orang Kristen itu bisa dilihat dari hidupnya sehari-hari, mempermuliakan nama Tuhan atau tidak, hidupnya bisa menjadi berkat atau tidak, ucapannya menguatkan iman atau sebaliknya, prilakunya mencerminkan Injil Kristus atau menodai Injil Kristus.

Memang untuk menghasilkan buah yang dikehendaki Tuhan itu tidak mudah, karena itu Tuhan berkata: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” (Yohanes 15:4).

Hanya tinggal di dalam Kristus dan firman-Nya sajalah kita bisa bertumbuh dan berbuah, karena itu selagi kita sadar dan ingat akan kebenaran-Nya marilah buat komitmen baru dalam hidup ini untuk tinggal di dalam Dia. Masih terlalu banyak kesempatan yang disediakan Tuhan kepada kita, Ia terus menunggu dengan kesabaranNya. Hasilkanlah buah sebagaimana Tuhan menghendaki kita untuk berbuah, biarlah kasih sukacita damai sejahtera, kebaikkan, kelemahlembutan, kemurahan, pengusaaan diri, tidak mementingkan diri sendiri itu melekat kuat dalam hidup kita sehari-hari.

Renungan :

Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya (2 Petrus 3:15)

Kekristenan yang berhasil jika kita telah menghasilkan buah yang menyenangkan hati Tuhan. (Disadur Kumpulan Renungan  BethanyGraha.org )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here