Hentikan Pembangunan Jalan di Nduga, Gubernur Lukas Enembe Perjelas Soal Pembangunan Jalan Trans Harus Libatkan Warga Lokal

0
1376
Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., dalam sebuah keterangan kepada pers, Senin (17/12/2018). (Foto Istimewa)

JAYAPUR (LINTAS PAPUA)  – Gubernur Papua, Lukas Enembe akhirnya buka suara terkait insiden penembakan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, yang menewaskan belasan pekerja.

Menurut ia, hal tersebut mestinya tak terjadi andai proyek pembangunan Jembatan Trans Papua, dikerjakan atau melibatkan warga setempat. “Di Papua itu kalau mau buat sejahtera kasih pekerjaan anak-anak (warga,red) setempat. Biar mereka sendiri yang kawal. Itu baru aman,” jelas Lukas saat memberi keterangan kepada pers, Senin (17/12/2018).

Dari informasi lapangan, sambung dia, pekerjaan pembangunan jalan/jembatan Trans Papua di Nduga, dikerjakan oleh pihak TNI. Bahkan ia mensinyalir, PT. Istaka sebagai hanya sebagai kedok untuk memenuhi persyaratan, namun pemilik pekerjaan yang sebenarnya adalah pihak TNI.

“Pekerjaan pembangunan Jalan Trans Papua di Nduga, itu tendernya dimenangkan TNI. Kita semua tahu TNI yang kerja. Pertama kali jalan ini saya yang survei. Mungkin dana turun dari balai jalan lalu masuk TNI,” katanya.

“Hanya kalau TNI yang (dapat pekerjaan), mestinya mereka yang kerja. Jangan masyarakat yang ditaruh disana. Apakah  ini cuma kedok namun yang bekerja TNI? Kelihatannya begitu,” ucap ia.

Satu hal yang pasti di terkait kasus Nduga, kata Lukas, kelompok pejuang kemerdekaan Papua yang disebut pihak TNI/Polri KKSB, sudah final Papua minta merdeka. Kelompok ini pun menolak segala jenis pembangunan yang hendak dikerjakan oleh pemerintah pusat.

Hal ini pun sebenarnya sudah berlangsung sangat lama, bahkan sudah tak ada lagi cara dan pendekatan apa pun yang bisa dilakukan untuk merubah kehendak mereka.

“Saya punya pengalaman cukup lama, mereka minta merdeka. Tidak butuh pembangunan. Dan itu dari dulu,” katanya.

“Solusinya bagaimana? ini yang harus negara yang pikirkan. Karena bertahun-tahun mereka bicara merdeka lalu kita tak bisa selesaikan ini. Tidak boleh orang Papua jadi korban terus. Sejarah perjalanan orang Papua ini penuh liku-liku dan harus diselesaikan. Solusinya bicara kenapa terjadi minta merdeka, kita selesaikan dengan cara seperti apa? Ini harus dipikirkan negara. Itu saja,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Lukas Enembe mengimbau, agar pekerjaan pembangunan jalan di Nduga untuk sementara dihentikan dulu. Sebab kelompok tersebut berpikir keberadaan Jalan Trans Papua adalah untuk membunuh mereka.

“Pikir mereka jalan dibikin untuk bunuh mereka. Apalagi di Tinggi Nambut, Puncak Jaya (sekarang ini karena ada pembangunan) sudah dikuasai TNI. Sehingga mungkin mereka antisipasi hal ini. Makanya saya minta tolong hentikan jangan lanjutkan, karena mereka sudah sampaikan alasannya (melalui insiden penembakan),”imbaunya. (Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here