Gubernur Lukas Enembe Minta Perusahaan Transportasi, Garuda, Lion, Sriwijaya, Trigana dan Lainnya Tidak Naikan Harga Tiket Pesawat Jelang Natal

0
725
Tampak Kesibukan Penerbangan di Bandara Sentani (Foto Facebook Hairil)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Terkait dengan harga tiket menjelang hari raya keagaman yang mahal,misalnya perjalanan tiket Jayapura – Jakarta hingga Rp 12 juta, Gubernur Papua Lukas Enembe menghimbau kepada pemilik masakapai agar meninjau ulang harga tiket.

“Kami meminta kepada perusahan trasnportasi, baik Garuda, Lion, Sriwijaya dan pesawat lainnya yang ada di Papua jangan menaikan harga tiket, apalagi di hari Natal seperti ini,”katanya di Jayapura, Senin 18 Desember 2018.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, S.IP, MH., ketika berbicara dalam sebuah kegiatan. (Berti Pahabol / ISTIMEWA / LintasPapua.com)

Katanya ini seperti sudah menjadi kebiasaan bagi para pelaku usaha pemilik maskapai, yang menaikan harga tiket di hari raya keagaaman. “Ini sudah kebiasaan terjadi, ini harus bisa di handel oleh maskapai,” ujarnya.

Sebelumnnya mahalnya harga tiket pesawat disoroti Komisi IV DPRP. Bahkan salah satu Anggota Komisi IV DPRP, Boy Markus Dawir meminta pemerintah pusat melalui Kementrian Perhubungan untuk segera mengambil langkah tegas, guna menormalkan kembali harga tiket pesawat di Papua.

Menurut Boy, jelang hari raya, baik Natal dan Lebaran, harga tiket bisa naik mencapai angka Rp6 jutaan hingga Rp10 jutaan sekali terbang. Padahal biasanya harga tiket pesawat kelas ekonomi yang biasa kita dapat Rp2 juta-Rp3 juta.

Sehingga, kata Boy, pihaknya mengharapkan pemerintah pusat jangan hanya orang Papua saja yang terus dikorbankan. “Sebab dari akumulasi, hal ini yang sering terjadi gesekan yang besar untuk kita di Papua. Muncul kekecewaan rakyat Papua terhadap pemerintah,” katanya.

Untuk itu, kata Boy, pihaknya meminta, agar sudah saatnya pemerintah pusat melihat hal ini dan mengambil langkah untuk kembali jangan menggunakan harga tertinggi, tetapi normalkan seperti harga semula.

Sementara itu salah satu warga yang hendak mudik, Damaris membenarkan harga tiket yang ia beli mahal, dengan tujuan Jayapura – Jakarta senilai Rp 10 juta. “Saya membeli tiket disalah satu maskapai, dengan kelas ekonomi harganya Rp 10 juta, mau tidak mau saya harus membelinya, karena saya ingin natalan dan tahun baru bersama anak dan cucu saya disana,” ungkapnya. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here