Disbunnak Kab. Jayapura Gelar Pasar Murah Produk Peternakan

0
549
Telur yang merupakan salah satu bahan pokok yang paling diburu warga jelang hari raya Natal dan Tahun Baru. Stok bahan pokok tersebut diharapkan bisa terjaga jelang Natal 25 Desember 2018. (ISTIMEWA)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Jayapura menyelenggarakan pasar murah untuk warga di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura,  di Halaman Kantor Klasis GKI Sentani, Puspenka-Hawaii, Kabupaten Jayapura, Selasa (18/12/2018).

Pada pasar murah kali ini ada sejumlah produk peternakan yang dijual dengan harga murah. Telur ayam yang dijual dengan harga Rp 50 ribu/rak, kemudian ada daging sapi dengan harga Rp 100 ribu/kg dan daging ayam potong yang dijul dengan harga Rp 25 ribu/ekor.

Kepala Bidang (Kabid) Produksi dan Pengembangan Peternakan pada Disbunnak Kabupaten Jayapura, David Zakaria, S.Pt, mengungkapkan, penyelenggaraan pasar murah ini dalam rangka menstabilkan harga bahan pokok khususnya produk peternakan yang terus merangkak naik menjelang Natal dan Tahun Baru 2019.

“Pasar murah ini diselenggarakan oleh kami di Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Jayapura, yang dimaksudkan untuk menjangkau masyarakat (konsumen) di daerah ini. Jadi, kegiatan seperti ini sangat diharapkan dan dibutuhkan oleh masyarakat, khsusunya warga di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura di tengah merangkaknya harga kebutuhan pokok maupun produk peternakan,” kata David Zakaria, kepada wartawan, Selasa (18/12) siang.

Dipaparkannya, menjelang hari raya (Natal dan Tahun Baru) seperti sekarang ini biasanya kan harga-harga bahan pokok atau produk peternakan seperti telur, daging sapi dan ayam potong mengalami kenaikan.

“Sehingga kami turun ke lapangan untuk melaksanakan penjualan produk peternakan yang harganya lebih murah. Seperti telur yang dipasaran itu harganya Rp 65 ribu/rak namun kita jual dengan harga Rp 50 ribu/rak, kemudian daging sapi dipasaran itu harganya Rp 140-135 ribu/kg namun disini kita jual dengan harga Rp 100 ribu/kg dan daging ayam potong itu di pasaran Rp 35 ribu/ekor namun kita jual Rp 25 ribu/ekor,” ujarnya.

“Untungnya pemerintah mengadakan pasar murah seperti ini. Jadi, ada selisih yang cukup berarti buat masyarakat dengan harga lebih murah. Maka itu kami berharap masyarakat itu terbantu dengan harga yang dibawah pasaran,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Kadisbunnak) Kabupaten Jayapura Louis Nauw melalui Sekretaris Dinas Perkebunan dan Peternakan, Rustan Mida, S.Sos, M.KP, mengatakan, pasar murah ini merupakan rutinitas yang sudah dilakukan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan jelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2019.

“Saya sambut baik kegiatan pasar murah ini, karena ini merupakan hal yang rutinitas yang sudah dilakukan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan. Dimana, setiap tahunnya ada dua hari raya yang kita sudah lakukan pasar murah, baik itu di Hari Raya Lebaran dan juga sekarang ini jelang persiapan menghadapi Hari Raya Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Kendati masih ada kekurangan yang terjadi pada penyelenggaraan Pasar Murah kali ini, semua warga menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pemerintah dalam menstabilkan harga jelang Natal dan Tahun Baru 2019.

“Ini kalo sa tra di kasih tahu sama sa pu tetangga, mungkin sa tra tahu ada pasar murah ini. Sa sangat terbantu sekali dengan adanya pasar murah yang diadakan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan,” komentar salah seorang warga yang mendapatkan kupon belanja pasar murah ini, Rika. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here