JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Hubungan Pimpinan Gereja dan Senior PAM dan Tokoh Pemuda GKI di Tanah Papua saat ini menjadi perhatian  khusus, Karena dalam perjalanan Gereja terlebih khusus Gereja Kristen lnjili (GKI) di Tanah Papua telah mengalami banyak tantangan dalam menghadapi perubahan dan perkembangan pembangunan yang signifikan dalam kehidupan sosial masyarakat yang berdampak pada tatanan kehidupan bergereja.

 

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Kegiatan Temu Konsultasi Forum Generasi Muda (FGM) GKI di Tanah Papua, Jonah Sostenes Weyai, SE., sekaligus menjelaskan, bahwa perubahan dan perkembangan tersebut  sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan interaksi sosial masyarakat serta warga gereja.

Informasi yang diterima, Kegiatan akan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Laurens Songgi Mano – Gereja GKI Pniel Kotaraja (Depan Brimob), pada Selasa, 18 Desember 2018 tepat pukul 09.00 hingga selesai.

Kegiatan akan dibuka oleh Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., yang juga Ketua DPW FGM GKI  Provinsi Papua.

 

“Untuk itu, dalam konteks gereja dan masyarakat, maka peran senior –  senior pemuda gereja sangat diharapkan dalam memberikan saran, usul senior masukan yang kritis dan konstruktif untuk menjawab berbagai persoalan bersama yang muncul di masyarakat dan warga jemaat dalam perjalanan pelayan GKI di Tanah Papua,” ujar Jonah Sostenes Weyai, kepada lintaspapua.com , di Jayapura, Senin (17/12/2018).

Ketua DPP FGM-GKI DI TANAH PAPUA, Jonah Sostenes Weyai, SE., saat memberikan keterangan pers. (ISTIMEWA)

Dijelaskan, bahwa Forum Generasi Muda (FGM) – Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua mencoba menghimpun para Senior – Senior PAM, Pemuda dan Tokoh – Tokoh GKI untuk Duduk Bersama, Berpikir dan Menyelesaikan Masalah dalam Rumah Besar GKI di Tanah Papua serta mengajak Tokoh – Tokoh GKI Kembali melihat apa yang dibutuhkan oleh Pimpinan GKI dari Aras Sinode, Klasis dan Jemaat.

 

Pimpinan Badan Pekerja Am Sinode GKI di Tanoh Papua mendukung gagasan pertemuan “Temu Konsultasi Senior PAM, Tokoh Pemuda dan Badan Pekerja – AM Sinode GKI di Tanah Papua”. yang diprakarsai oleh Dewan Pimpinan Pusat Forum Generesi Muda GKI di Tanah Papua untuk menghimpun dan menyatukan Komitmen Bersama Pimpinan Gereja dalam Menyampaikan Arah Kebijakan Pembangunan dan Strategi Pelayanan dan Pembinaan bagi umat Tuhan dalam gereja memberdayakan skill dan kapasitas senior PAM dan Tokoh Pemuda di Berbagai Bidang Strategis.

 

Dikatakan, Pemuda atau Senior PAM Gereja adalah bagian intergral dari pilar gereja yang juga adalah orang – orang panggilan Allah yang harus memelihara persekutuan dengan Tuhan dan sesamanya sepanjang hayatnya.

“Oleh sebab itu,  pemuda sebagai penerima tongkat estafet pelayanan Injil yang diamanatkan oleh Tuhan Yesus. Pemuda GKI di Tanah Papua saat ini  telah diberkati dan telah diberi kepercayaan untuk menduduki jabatan strategis dalam berbagai bidang dan profesinya masing –masing,” ungkapnya.

 

 

 

Sebagai bagian dari menjaga dan mempertahankan nilai – nilai pelayanan dan pembinaan dalam gereja dan juga masyarakat di bidang ekonomi, sosial budaya, politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), maka pimpinan Sinode GKI mengajak senior PAM dan Tokoh Pemuda GKI untuk kembali dalam “Rumah Besar” GKI di Tanah Papua demi memberikan sumbangsi pemikiran dan kontribusi nyata dalam Rumah GKI di Tanah Papua.

 

“Melalui kegiatan ini perlu adanya Rumusan dan Pembahasan serta Komitmen Bersama Kepentingan Rumah Besar GKI di Tanah Papua,” kata Sostenes.

 

Sementara dalam diskusi yang akan dilaksanakan mengambil tema “Beri aku rajin juga, sampaikan maksud-Mu” dengan Narasumber Ketua Sinode GKI di Tanah Papua,  Pdt. Andrikus Mofu, M.Th., didampingi Senior/Tokoh Pemuda GKI. Dengan moderator DR. Hans Kaiway, SE. M.Sc.

Dikatakan, bahwa hasil yang di harapkan adalah tersusunnyo pokok – pokok program strategis pembinaan dan  pembangunan GKI di Tanah Papua dan terwujudnya kerjasama antara Pimpinan Bp. AM Sinide dan Senior PAM Provinsi Papua dalam Pembangunan kantor sinode.

“Terbentuknya koordinasi secara internal dan eksternal, dalam membangun kemitraan dan membangun strategis kepentingan GKI di Tanah Papua,” tuturnya. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )