Renungan Pagi : BERBUAT BAIK

0
1423
Anthonius Ayorbaba (baju batuk merah) Bersama Mohamad Lakotani, Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, setelah bertemu Sekjen Kementerian Hukum dan Ham Indonesia untuk kordinasi Serah Terima Kakanwil di Papua Barat, Tuhan Baik. (Foto Pribadi)

Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.
Janganlah engkaj berkata kepada sesamamu: “Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi,” sedang yang diminta ada padamu.
…AMSAL 3:27-28…

*BERBUAT BAIK*

Sobatku, dimasa Advent yang kita rayakan saat ini yaitu dimana kita sedang menanti suatu peristiwa besar dimana kelahiran Kristus Yesus  yang adalah Allah, menjadi Anak Manusia untuk menanggung dan menebus dosa seluruh umat manusia.

Caption Foto : Anthonius Ayorbaba (Kakanwi Kemenkumham Papua Barat (batik merah) Bersama Mohamad Lakotani, Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, setelah bertemu Sekjen Kementerian Hukum dan Ham Indonesia untuk koordinasi Serah Terima Kakanwil di Papua Barat, Tuhan Baik. (Foto Pribadi)

Kalau saat ini kita sedang menanti kedatangan-Nya sebagai Juruselamat umat manusia, maka kita diminta untuk merenungkan bagaimana kebaikan Tuhan, yang sudah kita terima untuk kita boleh berbagi kasih bagi sesama kita di minggu-minggu Advent ini.

Sobatku, ada seorang ibu tidak boleh ikut duduk di sekeliling meja makan, hanya karena ia seorang pembantu rumah tangga yang tidak memiliki sanak saudara. Tempatnya berada dekat pintu, dan makanan untuk dirinya sudah ditentukan di atas piring.

Pada zaman itu orang miskin memang dibiarkan begitu saja, sikap tidak peduli terhadap nasib atau penderitaan orang lain dianggap lumrah. Ketidak pedulian semacam itu juga menimpa Lazarus si miskin, ia berbaring di dekat pintu rumah seorang yang kaya.

Ia kelaparan dan ingin sekali menghilangkan laparnya itu dengan makanan yang jatuh dari meja si orang kaya. Tetapi tidak ada sedikit pun makanan yang jatuh, semuanya tetap berada di atas meja jauh dari jangkauan Lazarus.

Tetapi meskipun seorang pengemis, Lazarus tidak merintih meminta seiris roti atau setetes air. Ia pasrah mengharapkan, kemurahan hati si orang kaya, walau si kaya rupanya tidak peduli.

Jarak antara meja dan tempat Lazarus berbaring seolah jauh, hingga Lazarus menanggung sampai mati. Dan jarak terbentang sebagai jurang tak terseberangi antara pangkuan Abraham dan tempat orang kaya itu tersiksa dalam nyala api.

Sobatku, apakah dimasa Minggu Advent ini dimana kita sedang menantikan Kelahiran Yesus sebagai Juru Selamat umat manusia, adakah kehidupan kita juga memiliki kemampuan untuk menolong dan menyantuni sesama yang miskin dan menderita ? Apakah kita perduli atau bahkan memilih membentangkan jarak berkilo – kilo meter jauhnya untuk tidak melakukan tindakan perbuatan imanmu?

Jika kita bersedia, lakukanlah..!, jangan ditahan atau hitung²an, karena menolong orang lain bukan seperti menyeberangi jurang yang berjarak ber-kilo² meter.

Tuhan Yesus minta agar kita sebagai anak-anak-Nya, melakukan PERBUATAN BAIK bagi sesama, dan itulah yang dikatakan beriman kepada-Nya.

SUDAHKAH KITA MELAKUKAN PERBUATAN BAIK HARI INI..?

Renungkanlah….!

Selamat Berkarya bagi Yesus di minggu Advent ini dan jadilah Berkat bagi org lain.
…Tuhan Yesus Berkati…

Renungkanlah… !

Selamat Berkarya bagi Yesus dan jadilah Berkat bagi semua orang,.
…Tuhan Yesus Berkati…

Bersama Ketua Klasis Port Numbay (Pdt.Carlos Manno, S.Th, M.Si,.) & Pencipta Lagu Ku Dengar Suara Yesus, Pdt.Alberth Yoku, S.Th,. (Mantan Ketua BP.AM Sinode GKI di Tanah Papua),.
Pada saat launching DVD Emaus Bermazmur PEDULI KOROWAI, di Hotel Horizon Jayapura, oleh I-News TV Jayapura, tanggal 12 Oktober 2018. (Foto Pribadi)

*Dukung & Doakan VG Emaus Bermazmur, Vol.2, PEDULI KOROWAI*
Telah di edarkan pada Jemaat2 GKI :
1. Klasis Port Numbay
2. Klasis Sentani
3. Klasis Manokwari
4. Klasis Yapen Seĺatan

 

 

 

 

Semua dukungan jemaat & bapak/ibu/Sdr/i dengan doa & membeli DVD Emaus Bermazmur akan sangat berarti utk membantu penerjemahan Alkitab dari Bahasa Indonesia, ke bahasa Suku Koròwai & Korowai Batu, di Kabupaten MAPPI, yang rindu membaca Alkitab dengan Bahasa Mereka sendiri.

Tuhan Yesus memberkati.

Executìve Pròducer,  Anthonius Ayorbaba.
🙏🙏🙏👏👏👏

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here