Presiden Jowo Widodo Serahkan 200 Sertipikat Tanah Wakaf di Aceh

0
510
"Oleh sebab itu, tahun lalu telah kita serahkan 5 juta sertipikat kepada masyarakat, tahun ini InsyaAllah sampai akhir tahun 7 juta sertipikat, tahun depan Insya Allah 9 juta sertipikat, termasuk di dalamnya untuk masjid, musala dan, pondok pesantren," kata Presiden Joko Widodo. ( (Humas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional )

ACEH (LINTAS PAPUA)  –  Banda Aceh – Presiden RI Joko Widodo menyerahkan 200 sertipikat tanah wakaf untuk rumah ibadah yang diterbitkan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) kepada 12 perwakilan penerima di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh, Provinsi Aceh, Jumat (14/12/2018).

Dalam sambutannya Presiden mengatakan bahwa setiap turun ke desa maupun ke kampung, yang dia dengar adalah banyaknya sengketa tanah, baik antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintah, dan masyarakat dengan perusahaan.

“Oleh sebab itu, tahun lalu telah kita serahkan 5 juta sertipikat kepada masyarakat, tahun ini InsyaAllah sampai akhir tahun 7 juta sertipikat, tahun depan Insya Allah 9 juta sertipikat, termasuk di dalamnya untuk masjid, musala dan, pondok pesantren,” kata Presiden.

Lebih lanjut Presiden menjelaskan bahwa banyak sengketa kepemilikan masalah masjid, banyak sengketa kepemilikan musala tidak hanya di Aceh, tapi juga di Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan tempat lain.

“Maka dari itu penerbitan sertipikat ini akan terus dipercepat agar konflik-konflik tanah tidak terjadi,” ujar Presiden.

Presiden menambahkan, bahwa negara kita ini negara besar, negara dengan umat muslim terbesar di dunia.

“Saya titip mari bersama-sama kita jaga persatuan kita, menjaga persaudaraan kita, menjaga kerukunan kita jangan sampai kita semua tidak saling sapa karena perbedaan,” pungkasnya.

Kegiatan penyerahan sertipikat tanah wakaf ini mendapat antusiasme dari masyarakat yaitu Basir (40) yang saat setelah menerima sertipikat tanah wakaf mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kementerian ATR/BPN yang telah mengusahakan dengan secepatnya dalam menerbitkan sertipikat tanah wakaf.

“Sertipikat tanah wakaf ini penting bagi masyarakat, selain untuk bukti kepemilikan tempat ibadah, supaya tanah wakaf di kampung tetap nyaman digunakan oleh masyarakat umum dan tidak dapat diganggu oleh pihak lain,” ungkapnya. (Humas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here