DEKAI (LINTAS PAPUA)  – Selama ini Sataun Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak pernah dijadikan tempat pengaduan masyarakat, ada masalah apa saja mereka lapor ke polisi, sementara Satpol PP tidak pernah ada pengaduan.

“Padahal, lanjutnya, menurut Permendagri no 54/2011 tentang SOP Satpol PP ditegaskan, Satpol PP harus memiliki peran yang luar biasa, untuk penegakan perda dan ikut menyelenggarakan ketertiban dan ketentraman masyarakat, sebab jika melihat SOP dari Permendagri, ini yang membuat kami berfikir, harus ada inovasi untuk menjalankan peran Satpol PP di daerah,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Yahukimo,  Yulius P.  Agaki,  S.Sos, M.Si, kepada media di Dekai, kemarin.

Dikatakan, kini  lahir inovasi baru berupa fitur yang diberi nama Recep Pappeda (respon cepat para pelanggar peraturan daerah) Recep Pappeda ini bisa mengakses semua pengaduan dari masyarakat, lembaga hukum dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Keluhan-keluhan yang datang ke Satpol PP, melalui aplikasi Recep Pappeda bisa kami respon dengan cepat, baik itu masalah sampah, pemabukan masalah rumah maupun penataan halaman,” katanya.

Kalau yang kaitannya dengan OPD, misalnya anak-anak berkeliaran di jam-jam sekolah, itu bisa diadukan ke Satpol PP.

“Menyangkut pajak dan retribusi pun demikian. Di bidang pariwisata, daerah tujuan wisata tapi sampai saat ini belum optimal, ini ada kaitannya dengan ketertiban dan keamanan, wisatawan mau berkunjung ragu-ragu, terutama wisatawan domestik,” jelasnya.

Dengan adanya inovasi ini, bisa membantu pemerintah dan masyarakat, karena bisa direspon dengan cepat.

“Inovasi ini direspon baik oleh Bupati Yahukimo Abock Busup, dan akan diterapkan karena sudah menjadi satu kebutuhan di daerah, demikian juga respon dari Ketua DPRD Yahukimo Mari Mirin, responnya bagus dan mendukung untuk dipertahankan dan dijalankan,” katanya. (**)