Negara PNG Siap Penuhi Permintaan Daging ke Papua : 20 Ribu Ekor Sapi

0
657

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Papua New Guinea (PNG) dipastikan siap memenuhi permintaan daging sapi dari bumi cenderawasih, guna memenuhi kebutuhan atlet dan official pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 mendatang.

Hal demikian diungkapkan Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Papua, Suzana Wanggai, sekalgus menjelaskan sebagaimana hasil Forum Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia serta Pasifik Selatan, yang dihadiri perwakilan pemerintah PNG maupun Fiji.

Kepala Dinas Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Suzana D. Wanggai, saat diwawancara, Selasa kemarin. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )

Menurutnya, kendati demikian untuk membeli daging atau sapi hidup dari PNG, masih ada beberapa prosedur dan tahapan yang mesti dijalankan. Diantaranya melaksanakan time line inspeksion atau melakukan peninjauan langsung dengan memeriksa daging maupun sapi hidup yang bakal di impor.

“Sebab kalau tak salah kebanyakan sapi-sapi ini kan mengalami penyakit dibagian mulutnya. Nah hal seperti ini yang kita mesti hindari supaya sapi yang diimpor ke Papua semuanya sehat untuk dikonsumsi atlet maupun official dari daerah lain saat pagelaran PON,” ujar Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Papua, Suzana Wanggai, kepada media di Jayapura, kemarin.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Papua,  Klemen Tinal mempertimbangkan memasok kebutuhan daging dari PNG, agar tak terjadi kekurangan makanan saat perhelatan pekan olahraga nasional XX 2020 mendatang.

Dimana kebutuhan daging selama PON 2020 diperkirakan akan sangat tinggi dan tidak mampu tercukupi oleh stok dalam negeri. Sehingga peluang keterlibatan peternak sapi di Papua Nugini, dirasakan penting untuk dilakukan

“Kami sudah mendapatkan masukan bahwa kebutuhan daging sapi pada PON Papua nanti akan mencapai 20 ribu ekor sapi. Ini tidak mungkin kami penuhi kalau dari Papua saja. Kita harus mendapat pasokan daging sapi dari luar Papua,” kata dia.

Menurut Wagub, Pemerintah Provinsi Papua sedang berupaya membuka jalur perdagangan antara Provinsi Papua dengan beberapa provinsi di PNG. Salah satunya adalah dengan Provinsi Morobe yang memiliki industri pengolahan daging terbesar di PNG yang berada di Kota Lae.

Butuh Kerjasama Dengan Indonesia. Tampak Warga Negara Papua New Guinea saat merayakan hari kemerdekaan negaranya di Kota Jayapura (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

Kota Lae merupakan kota terbesar kedua di Papua Nugini ini telah menjadi pusat pengolahan daging utama PNG yang didistribusikan ke seluruh Papua Nugini.

“Kemarin Gubernur Papua ada melakukan kunjungan kerja selama satu minggu di PNG.  Nah kunjungan ini salah satunya adalah kunjungan ke Kota Lae untuk membuka peluang perdagangan dan kerjasama lainnya. Sehingga diharapkan kerja sama bisa segera dibangun secepatnya,”harapnya. (Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here