Keluarga Besar Dishub Kabupaten Jayapura Gelar Natal Bersama

0
274
Suasana Keluarga besar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jayapura menggelar perayaan Natal bersama, Kamis (13/12/2018) kemarin siang. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Keluarga besar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jayapura menggelar perayaan Natal bersama, Kamis (13/12/2018) kemarin siang.

 

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Parkir Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura itu, dihadiri langsung Kepala Dishub Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw, S.IP, serta kepala bidang maupun staf dinas, dan turut dihadiri para mitra Dishub, kalangan media dan tamu undangan lainnya.

 

Perayaan Natal Keluarga Besar Dishub Kabupaten Jayapura tersebut, dibalut dengan puji-pujian dari pegawai Dishub serta dimeriahkan beberapa penampilan olah vokal dan paduan suara yang dibawakan para pegawai dan staff Dishub Kabupaten Jayapura.

 

Usai perayaan Natal, Alfons Awoitauw mengatakan, perayaan Natal bagian dari rasa syukur umat Kristiani, dimana Tuhan Yesus datang ke dunia adalah untuk membawa pesan damai. Pesan damai inilah yang harus diimplementasikan dalam tugas sehari-hari.

 

“Perayaan Natal yang dilakukan setiap tahun harus mampu membawa perubahan bagi keluarga besar Dishub Kabupaten Jayapura, terutama dalam mereformasi etos kerja, membangun kedisiplinan, serta memperkuat inovasi terkhusus dalam hal perhubungan,” imbuhnya kepada wartawan usai perayaan Natal Bersama, Kamis (13/12/2018) kemarin sore.

 

Dalam bagian lain, tambah Alfons, melalui semangat Natal di tahun 2018 ini, diharapkan jajaran Dinas Perhubungan dapat melaksanakan setiap program yang dijalankan secara bersama-sama, sehingga pelaksanaan program dapat tercapai sebagaimana tujuan yang diinginkan.

 

“Mari kita bersama membangun sektor perhubungan yang dapat mengangkat kesejahteraan bagi masyarakat untuk menuju Jayapura Baru Jilid II,” ucapnya.

 

Alfons Awoitauw menyadari dirinya sebagai seorang Pamong dan sudah bekerja selama 27 tahun sebagai seorang Pamong di distrik. “Ketika dipercayakan memimpin dinas (perhubungan) ini, yang dulunya merupakan instansi vertikal. Kemudian di dalam semangat otonomi daerah maupun desentralisasi daerah itu dialihkan ke daerah. Beberapa putusan-putusan telah dilakukan, dan sebagai orang (pemimpin) baru saya harus mencari model kira-kira seperti apa yang kita akan lakukan kedepannya di Dinas Perhubungan ini,” akunya.

 

Kata Alfons, jika untuk merumuskan kegiatan itu biasa, tetapi untuk dinamisasi dari semua disiplin ilmu di dinas (perhubungan) itu sangat penting dan perlu duduk secara bersama-sama guna membahas arah program kerja ke depan.

 

“Maka itu, saya minta dari pengalaman mereka bagaimana membangun perhubungan. Karena ke depan, kita punya tantangan banyak apalagi di tahun depan itu dinas yang saya pimpin ini banyak diberikan sarana infrastruktur oleh pusat. Seperti terkait dengan bis, ford raider, taksi-taksi air dan juga kapal wisata,” tandasnya. (Irfan / Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here