Kehadiran Otsus Menolong Papua Wujudkan Visi di Berbagai Bidang

0
701
Akademisi Papua, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, UU Otsus terbukti membantu pemimpin dalam menyiapkan orang Papua menuju kebangkitan, untuk kemudian menjadi pembesar negeri ini dimasa mendatang. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Kehadiran Otsus menjadi faktor kunci yang menolong Papua mewujudkan visi ini, baik kesehatan, pendidikan, ekonomi maupun infrastruktur.

Menurut Akademisi Papua, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, UU Otsus terbukti membantu pemimpin dalam menyiapkan orang Papua menuju kebangkitan, untuk kemudian menjadi pembesar negeri ini dimasa mendatang.

“Untuk itu, saya harap jangan justru kita terjemahkan kebangkitan itu  lalu merdeka, tidak. Tapi merdeka dalam arti mampu berdiri sendiri,” terangnya kepada pers, di Jayapura, kemarin

Dia katakan, pendidikan dan kesehatan sangat penting bagi orang Asli Papua (OAP) dimana hal itu seirama dengan semangat UU Otsus. Pendidikan dan kesehatan yang baik, dipastikan bakal mempersiapkan seseorang menjadi pemimpin untuk membangun negerinya sendiri.

“Untuk itu, melalui UU ini kita pun harus menyiapkan orang Papua agar bisa membangun negeri ini. Sehingga apa yang dilakukan gubernur lewat program 1.000 hari kehidupan serta mengirim anak-anak Papua sekolah ke dalam maupun luar negeri sudah sangat tepat. Hal itu pun membangun SDM atau bidang pendidikan Papua,” kata dia.

Untuk itu, dia menilai pesan spiritual Isack Samuel Kijne sudah sangat jelas, sehingga wajib menjadi landasan kerja bagi semua pemimpin yang ada di tanah Papua.

“Namun kita tidak bilang orang lain tidak bisa memimpin di atas tanah ini, tapi ini menurut pesan misionaris begitu, harus orang Papua. Pesan tersebut sangat jelas meski orang pintar, berilmu, berhikmat datang ke negeri ini tidak bisa membangun dengan maksimal”.

“Sebab apa harus orang Papua yang bangkit menjadi pemimpin dan membangun tanah ini sendiri,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, ia menilai positif kepemimpinan dua periode dari Gubernur Papua Lukas Enembe. Sebab secara teori menurut dia, pada periode pertama pimpinan hanya bisa mengerjakan 40 persen.

Sementara periode kedua adalah program yang dituntaskan meskipun tidak sampai 100 persen. Namun yang pasti akan rampung sekitar 60-70 persen.

“Intinya saya lihat apa yang sudah dirancang dan diletakkan saat ini sangat baik. Hanya memang masih banyak lagi yang perlu di benahi sampai kepada level yang diharapkan bersama,” tuntasnya. (Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here