Atlet – Atlet Berprestasi Papua Akan Dibukukan : Seperti Liza Rumbewas, Boaz Solossa, Charles Yarisetouw dan Lainnya

0
362
“Sehingga paling tidak banyak pihak bisa tahu bahwa Provinsi Papua pernah ‘melahirkan” atlet berprestasi yang baik di tingkat nasional maupun interasional semisal Liza Rumbewas (angkat besi), Boaz Salossa (sepakbola), Beny Maniani (tinju), Charles Yerisetouw (tinju) dan lainnya,” terang Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Papua Hans Y. Hamadi, di Jayapura, Kamis (13/12/2018). (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Sejumlah atlet maupun mantan olahragawan berprestasi Bumi Cenderawasih, bakal dibukukan oleh Pemerintah Provinsi Papua, melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah  DPAD.

Buku-buku tersebut bakal dibagikan secara gratis kepada peserta (atlet maupun official) yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020. “Tapi kita juga berharap nantinya bisa diberikan gratis kepada wisatawan mancanegara maupun nusantara yang hadir dalam pelaksanaan PON”.

“Sehingga paling tidak banyak pihak bisa tahu bahwa Provinsi Papua pernah ‘melahirkan” atlet berprestasi yang baik di tingkat nasional maupun interasional semisal Liza  Rumbewas (angkat besi),  Boaz Salossa (sepakbola), Beny Maniani  (tinju), Charles  Yerisetouw (tinju) dan lainnya,” terang Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah,   Papua Hans Y. Hamadi, di Jayapura, Kamis (13/12/2018).

Menurut ia, DPAD dalam pembuatan buku bakal menggandeng Bank Indonesia Perwakilan Papua, guna memaksimalkan buku-buku yang bakal diterbitkan itu. Pembuatan buku tersebut sebagai upaya untuk memotivasi para atlet asal Papua yang bakal berlaga dalam PON XX 2020.

“Yang pasti pembuatan buku ini untuk mendukung pelaksanaan PON di Papua. Sehingga melalui pengadaan buku ini diharapkan bisa membantu para atlet asal Papua sekaligus memotivasi, mereka agar bisa tercatat dalam buku sejarah di masa mendatang,” harapnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua,  Lukas Enembe menginstruksikan, kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan pemerintah provinsi agar memprogramkan seluruh kegiatan yang berujung pada suksesi Pekan Olahraga Nasional XX 2020.

Dirinya minta,  seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk tak lagi datang ke kantor bermalas-malasan, tetapi berpikir dan bertindak untuk PON.

“PON ini harga diri dan martabat orang Papua yang dipertaruhkan. Makanya, jangan ada lagi ASN yang datang ke kantor kemudian diam, duduk dan pulang. Tapi semua bekerja karena waktu semakin singkat,” tandasnya. (Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here