Suzana Wanggai : Provinsi Papua dan Negara PNG Mantapkan Kerjasama Ekonomi

0
179
Kepala Biro Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua, Suzana Wanggai (baju putih kanan), bersama , Susana Senandi dan Betty Koirewa, ketiga Perempuan Papua yang ikut dengan berbagai kapasitas merayakan bersama HUT 42 Tahun Kemerdekaan Papua New Guinea (PNG) di Angkasa Kota Jayapura tahun 2017 lalu. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Kepala Dinas Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Suzana D. Wanggai mengatakan,  bahwa terkait kegiatan yang dilaksanakan pada beberapa hari lalu mengenai kerja sama ekonomi dari Pemerintah Provinsi Papua bersama Perbatasan Papua New Guinea (PNG) akan terus didorong.

“Disana juga kedepannya akan dijadikan pusat pertumbuhan ekonomi sebagaimana juga arahan langsung dari Gubernur Papua dan disini kita tidak hanya melihat dari sisi pembangunan perbatasanan saja namun perlu kita ketahui bahwa pertengahan dari perbatasanan papua dan papua new guini terdapat kekayaan alam yang begitu besar yaitu emas,” ujar Kepala Dinas Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Suzana D. Wanggai, kepada wartawan disalah satu hotel Jayapura, selasa (11/12/2018)

Kepala Dinas Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri, Suzana D. Wanggai, saat diwawancara, Selasa kemarin. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )

Ia juga menambahkan,  bahwa mereka mengharapkan pelaku usaha kita terlebih khusus Orang Asli Papua ( OAP ) juga harus bisa mengambil tempat untuk menjadi bagian dari kerjasama ini.

“Kita harapkan juga agar pertemuan atau silahturahmi dari pemerintah Provinsi Papua dan PNG bisa terjalin satu tahun 2 kali pertemuan,” katanya.

Diakui, pihaknya akan mempertemukan juga pihak Karantina Provinsi Papua dengan pihak Karantina PNG, untuk membahas terkait kerjasama barang serta hal hal yang mengenai ekonomi, ini juga dapat mengatasi permasalahan ekonomi di Papua.

” Artinya bahwa saat ini kita sudah mempunyai peluang yang sangat baik untuk bekerjasama dengan PNG dan kedepannya kita akan mendorong agar indonesia bisa bekerjasama dengan negara negara yang berada di kawasan pasifik selatan. ” terang dia

Ia juga membenarkan, bahwa isi dalam dari MOU Papua dan Papua New Guini yang baru ditanda tangani pada 20 April 2018 lalu adalah terkait bagaimana kerjasamanya, pengawasannya serta join  kegiatan dalam bentuk apapun.

” Dan akan kami usulkan untuk bisa mengirim ternak seperti ayam,babi,sapi ini juga kami laksanakan sesuai instruksi Gubernur Papua, karena terkait PON 20 tahun 2020 ini kita telah sepakat bersama bahwa akan membeli ternak dari PNG sebanyak 20 ribu ekor,” tandasnya. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )