Dana Otonomi Khusus Berakhir dan Dihapuskan Tahun 2021

0
609
Burung Cenderawasih Imitasi yang dipamerkan dan dijual di Festival Noken Papua, Selasa, 11 Desember 2018. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Asisten II Setda Papua,  Noak Kapisa mewakili Gubernur Papua menghadiri rapat dari perwakilan DPD RI di sasana karya, Rabu (12/12/2018).

 

Pada rapat tersebut Asisten II Setda Papua mengatakan bahwa sebelum tahun 2013 masa kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal, Dana Otonomi Khusus (Otsus) di Papua khusus untuk provinsi 40% dan kabupaten/kota sebesar 60%.

 

Namun pada saat kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe dan Wakil Gubernur Klemen Tinal dana otsus telah dirubah dan pemerintah provinsi papua memdapat 20 % dan kabupaten/kota 80 %

 

” Dan ini menurut saya akan menjadi catatan yang sangat penting untuk kita agar secepatnya bisa kita bawa ke Presiden RI Joko Widodo, agar bisa menyeimbangi dana otsus yang ada di Papua. ” terang noak

 

” Menurut saya dana otsus sebaiknya bisa digunakan dengan baik dan tepat seperti untuk pendidikan,kesehatan,ekonomi,infrastruktur  dan ilmu sosial yang lain saya pikir 80% dana otsus di kabupaten/kota ini sangat besar dan pasti bisa digunakan dengan baik dan tepat sasaran. ” kata dia

Diakui, menurut PERDA ( Peraturah Daerah ) Dana Otsus ini akan ditiadakan atau terkahir pada 2020 dan di tahun 2021 sudah hapuskan, namun Pemerintah Provinsi akan terus membantu dan mendukung Gubernur Papua untuk maju berbicara dengan Presiden RI Joko Widodo terkait dana otsus di Papua serta Undang-Undang Otsus di bumi Cenderawasih ini.

 

” Dan saya pikir bahwa hari ini adalah momentum yang tepat untuk kita berbicara dan menyampaikan masalah yang kita hadapi di Papua terkait Otsus, karena sudah beberapa kali kita sampaikan kepada beberapa perwakilan dari pusat terkait dana otsus,  namun sampai detik ini belum ada respon yang kami dapat dari Presiden RI. ” tuturnya. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here