BALAI ARKEOLOGI PAPUA PAPARKAN HASIL PENELITIAN SELAMA 2018

0
597

 

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Balai Arkelogi Papua mengadakan seminar nasional hasil penelitian Arkeologi selama dua hari mengusung tema “Belajar Masa lalu untuk mengawal masa depan” untuk mengupas hasil penelitian Jejak Penutur Austronesia di pesisir Kabupaten Nabire, Identifikasi jejak Hunian awal prasejarah di kawasan danau sentani, penelitian jejak budaya australomalanesia dan interaksinya dengan austronesia di Kabupaten Raja Ampat provinsi Papua Barat, Determinasi lingkungan benteng fort di bus di kampung Lobi Kabupaten Kaimana Papua Barat, Okupasi Hunian di telur Berau Kabupaten Fakfak Papua Barat, Situs Gua prasejarah Keerom perbatasan Indonesia-Papua New Guinead, bertempat Metastar Hotel Jayapura,Selasa(11/12/2018).

 

Undangan yang hadir adalah 100 orang dari Balai Bahasa, BNPB, dinas kebudayaan dan pariwisata raja ampat, LMA, ondoafi, pemerhati budaya, dinas kebudayaan kota, provinsi Papua, dosen Arkeologi UGM. Pemateri adalah peneliti dari Balai Arkeologi Papua, serta Pusat Arkeologi Nasional.

Kepala Balai Arkelogi Papua, Drs. Gusti Made Sudarmika menegaskan bahwa hasil penelitian harus bermanfaat bagi banyak pihak, salah satunya budaya

Kegiatan ini kegiatan strategis lagi kita lakukan dalam bentuk yang lain yaitu seminar. Dunia Arkelogi dunia yang lain, kalau lembaga lain sibuk mengurusi masa depan, kita sibuk urus masa lalu. dari segi usia, peradapan, budaya masa kini tidak bisa di pisahkan dengan masa lalu.

Kegiatan ini membahas tuntas penelitian kita selama satu tahun. Penelitian bukan hanya laporan tapi Bagaimana dapat bermanfaat bagi seluruh aspek hidup. Hal ini menentukan hidup sosial kita dalam berbudaya.”Tegasnya.

Kegiatan rutin Balai Arkelogi biasanya adalah pameran, pelaporan penelitian, pengembangan Rumah peradapan bagi siswa agar melek budaya dan mencetak muatan lokal dari siswa.

Departement Arkeologi Republik Indonesia, Drs. Daud Aris Tanudirjo mengatakan bahwa Papua berada dalam Posisi strategis, sehinga adanya migrasi Fauna, manusia dan budaya

“Cukup lama Papua berada dalam kondisi strategis, perannya selalu ada dari masa ke masa, perannya cukup penting, dalam loncatan pulau pulau menjadi translokasi Fauna, migrasi arah ke barat, interaksi setempat menjadi persebaran budaya.” pungkasnya.(Fransisca/lintaspapua.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here