Legislator Papua menilai kasus Nduga kesalahan ada pada Pimpinan perusahaan. (Ardiles / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Legislator Papua, dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 salah satunya dari Nduga, Bobirus Yikwa menilai kasus Nduga letak kesalahannya ada pada pimpinan perusahaan yang mana telah mempekerjakan karyawannya di tanggal 1 Desember 2018, yang seharusnya di hari tersebut segala aktifitas pekerjaan di istirahatkan.

” 1 Desember sudah tahu adalah hari yang bersejarah bagi orang Papua, Kenapa sampai perusahaan perintah kerja pada 1 Desember yang merupakan kemerdekaan yang telah di raih oleh orang Papua, siapapun dia pasti mengakui 1 Desember adalah kemerdekaan yang pernah di raih oleh orang asli Papua,” ujar Anggota DPR Papua,  Bobirus Yikwa,  saat di temui di ruang kerjanya Senin, 10 Desember 2018.

Menurutnya, seharusnya di hari yang bersejarah bagi orang Papua, segala kegiatan atau aktivitas dalam bentuk apapun baik itu proyek pembangunan jalan sekalipun, tidak boleh dilakukan dan bila perlu di hentikan.

Jadi peristiwa yang terjadi pada waktu itu adalah kesalahpahaman.

“Mereka hambur senjata karena merasa terganggu.Saya sebagai Anggota DPR Papua, dari Dapil 6, pada saat kejadian saya sementara berada di Wamena, dan di pastikan daerah kota semua aman, tetapi di gunung mereka kegiatan jalan buat bakar batu, kemudian mereka melakukan foto- foto dan mereka (KKB) tidak terima,” ujarnya.

Lanjut kata Bobirius, untuk di ketahui bahwa saat ini kita bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun sangat di sesalkan jika tanggal 1 Desember terjadi kejadian seperti begitu.

“Namun atas kejadian yang terjadi di atas saya turut berduka , dan saya pikir perusahaan besar di Papua ini punya hati membangun di Papua, datang dengan hati,”katanya.

Pdt. Titus Yikwa selaku Ketua Umum Badan Pelayanan Pusat persekutuan Gereja Baptis Papua menambahkan, ketika di tanggal 1 Desember itu sudah masuk pada pintu Natal, dan selaku pimpinan gereja, menilai situasi seperti ini sangat menyedihkan.

“Kita tahu di Papua ini banyak stigma yang keluar dengan TPM/ OPM, Separatis KKB dan lain sebagainya, itu mereka punya dasar yang sungguh harus di pahami, ” tukasnya.

Menurutnya,  di hari yang besar tersebut, jangan terlalu sengaja untuk menciptakan suasana yang kurang bagus, yang dapat membahayakan nyawa banyak orang.

“Saya sangat setuju dengan pernyataan Presiden untuk pembangunan Infrastruktur di Papua itu harus tetap jalan, namun alangkah baiknya jika proyek tersebut harus juga di kerjakan oleh masyarakat, jangan hanya orang pusat, “Pungkasnya.

Lanjutnya untuk mensejahterahkan masyarakat di daerah tersebut lebih baik masyarakat sendiri yang kerja.

“Kan Ada bupati, DPRD, kasih mereka lah untuk memfasilitasi.

“Masyarakat saja yang kerja, kasih uang kasih pekerjaan nah itu juga bagian dari kesejahteraa,” tutupnya. (Ardiles / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here