"Rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari Nasional bukan hari libur," ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., saat menyampaikan sambutuan menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Yohana Yembise. Tampak Suasana Kegiatan bersama Wakil Wali Kota dan Ketua TP PKK Kota Jayapura, Kristhina Luluporo Mano, S.IP, M.AP. (Ardiles / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Resepsi Peringatan Hari Ibu (PHI) yang ke 90 Tahun 2018 di rangkaikan dengan perayaan natal Gerakan Organisasi Wanita (GOW) tingkat kota jayapura digelar di Gedung Sian Soor,  Senin (10/12/2018).

Kegiatan yang berthemakan bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa ini berlangsung sederhana namun tetap meriah, diisikan dengan hasil ketrampilan perempuan yang nantinya akan di serahkan kepada perwakilan Dharma wanita dan Wakil Wali Kota Jayapura.

Caption Foto : Suasana Kegiatan bersama Wakil Wali Kota Jayapura. (Ardiles / lintaspapua.com )

Mengawali sambutan dari kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Yohana Yembise, Wakil Walikota Jayapura, Ir. H.Rustan Saru MM.,mengatakan terimakasih kepada ibu-ibu ASN kota jayapura dalam bersama bekerja membangun kota sehingga penghargaan terus di terima Walikota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano MM.

Dalam sambutan kementerian Perempuan dan perlindungan anak (kemenpppa) Indonesia mengatakan perempuan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjuangan bangsa ini.

Hakekat Peringatan Hari Ibu (PHI) yang dilakukan setiap tahunnya adalah untuk mengikatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna hari Ibu sebagai sebuah frematur kebangkitan bangsa.

“Rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai hari Nasional bukan hari libur,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM.,  saat menyampaikan sambutuan menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Yohana Yembise.

Dikatakan, bahwa PHI juga dapat diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk memberika perhatian dan pengakuan,  bahkan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan, sehingga dapat membawa pengaruh postif,bagi peningkatan kualitas hidup pemenuhan hak dan kewajiban perempuan.

“Di lain sisi juga bisa memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan apa bila diberikan peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta megembangkan berbagai potensi dan kemampuan yang dimilikinya,” kata Rusatan.

Menurutnya, perempuan masa kini adalah perempuan yang sadar dan memahami memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki.

“Perempuan dan laki-laki keduanya merupakan parthnership sekaligus sumber daya insani yang menentukan keberhasilan pembangunan nasional,” jelasnya.

Pihaknya menambahkan berbagai persoalan sosial saat ini marak terjadi sehingga berdampak kepada kehidupan masyarakat,  khususnya perempuan dan anak untuk itu peran keluarga menjadi salah satu yang di harapkan menjadi pilar utama untuk mencegah terjadinya kekerasan.

“Ketahanan keluarga sekaligus menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai dan religius,” jelasnya.

Disaat yang sama laporan,  Ketua Panitia Resepsi PHI,  Betty Puy mengatakan,  maksud dan tujuan penyelenggara kegitan ini agar seluruh mayarakat laki-laki maupun perempuan senantiasa mengenang tentang pentingnya arti kebangkitan. “Kaum perempuan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam memperjuangkan kemerdekaan,” pungkasnya. (Ardiles / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here