Tutup Kompetisi Liga 1 2018 : Persipura Tumbang Dari Perseru 2 – 0

0
330
Persipura Jayapura harus menutup kompetisi Liga 1 musim 2018 dengan kekalahan, setelah secara mengejutkan tim tamu Perseru Serui dapat mengalahkan tim bertabur bintang itu dengan skor 0-2 dalam derby Papua laga pekan 34 di Stadion Mandala Jayapura, Minggu (09/12/2018) malam kemarin. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Persipura Jayapura harus menutup kompetisi Liga 1 musim 2018 dengan kekalahan, setelah secara mengejutkan tim tamu Perseru Serui dapat mengalahkan tim bertabur bintang itu dengan skor 0-2 dalam derby Papua laga pekan 34 di Stadion Mandala Jayapura, Minggu (09/12/2018) malam kemarin.

 

Dua gol kemenangan Perseru dicetak oleh Habel Boaz Inzaghi Isir menit ke-11 dan lewat striker andalan Silvio Escobar menit ke-65. Pada laga itu, Perseru turun dengan motivasi tinggi. Kondisi terjepit di klasemen membuat Cendrawasih Jingga tampil ngotot. Duo penyerang asingnya juga diturunkan pada laga pamungkas ini yakni Silvio Escobar dan Beto de Paula.

 

Tambahan tiga poin kali ini membawa Perseru mengakhiri kompetisi kasta tertinggi musim 2018 dengan nilai 42. Dan perolehan poin ini membuat

Cenderawasih Jingga ada di peringkat ke-14. Artinya, Perseru dipastikan tetap berada di Liga 1 musim 2019 nanti. Dan hasil ini tentunya adalah buah kerja keras tim asuhan Wanderley Junior ini. “Terimakasih pada semua pemain yang sudah berjuang luar biasa. Ini adalah akhir perjalanan yang indah musim ini setelah mengarungi musim yang sangat tidak mudah,” jelas pelatih Perseru, Wanderley Junior.

 

Pelatih asal Brasil ini menambahkan skuatnya dapat lebih lega dengan mengakhiri musim lewat kemenangan penting sekaligus lolos dari degradasi.

 

Hal senada disampaikan Kapten Perseru Artur Bonay mengatakan bersyukur bisa mendapatkan hasil yang baik. Dan memberikan apresiasi kepada Persipura yang mengajarkan permainan professional dan menjunjung sportivitas.

 

“Terimakasih kaka Boaz dan teman-teman,” singkatnya.

Sementara itu, Pelatih Kiper Alan Haviludin yang menggantikan Osvaldo

Lessa untuk laga ini mengungkapkan kekecewaannya atas kepemimpinan wasit yang terbilang mencederai jalannya pertandingan.

“Selamat buat Serui, yang jadi ganjalan bagi saya itu adalah wasit. Secara psikologi dia telah meneror pemain saya jadi sebenarnya bukan

kapasitas bicara begini, apakah evaluasi itu hanya untuk pemain saja, dan wasit tidak ada? Pemain saya apresiasi, tapi wasit merusaknya,”

tegas Alan.

Ditambahkan Gelandang Persipura Imanuel Wanggai yang menilai sangat kecewa dalam laga terakhir kali ini, menurutnya tidak ada fokus Persipura dalam menjalani laga, sebab kepemimpinan wasit sangat tidak fair dan menjunjung sportivitas. Bahkan Manu yang berdarah Serui pun meminta laporan kinerja wasit yang memimpin agar diserahkan kepada komdis wasit, operator liga, dan PSSI sebagai induk organisasi sepakbola.

“Tidak ada fokus Persipura untuk bertanding, karena diganggu oleh wasit. Tolong pemantau PSSI, operator liga yang memantau jalannya pertandingan melihat dan harus menghukum wasit juga, jangan pemain

saja. Kenapa mencoreng sepakbola begini,” tegas Manu. (Lintas Papua Sport / MG)