Bupati Mathius Buka Festival Cycloop 2018 : Tarian Adat dan Teater Cenderawasih Berikan Pesan Jaga Cagar Alam Cycloop

0
876
Bupati Jayapura, Mahius Awoitauw, S.E., M.Si, didampingi Staf Ahli Gubernur Papua, Ani Rumbiak, Koordinator Tim Kreatif Festival Cycloop 2018, Rhidian Yasminta Wasaraka dan Koordinator Dewan Adat Suku (DAS) Daniel Toto, Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf. Parinussa, Komandan LMR-RI Komando Wilayah (Komwil) Provinsi Papua, Imam Syafi’i, S.E., ketika menekan tombol Sirine dan menabuh Tifa sebagai tanda dibukanya Festival Cycloop 2018. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, didampingi Staf Ahli Gubernur Papua, Ani Rumbiak membuka Festival Cycloop 2018 ditandai dengan menekan tombol sirine dan juga penabuhan Tifa.

 

Selain itu juga disuguhkan tari-tarian tradisional, yang dihadiri Koordinator Dewan Adat Suku (DAS) Daniel Toto, Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf. Parinussa, Komandan LMR-RI Komando Wilayah (Komwil) Provinsi Papua,  Imam Syafi’i, SE., dan Pimpinan OPD di lingkup Pemkab Jayapura.

Koordinator Tim Kreatif Festival Cycloop 2018, Rhidian Yasminta Wasaraka dalam laporannya mengatakan, rangkaian Festival Cycloop 2018 ini dimulai dari tanggal 6-8 Desember 2018 dan sudah terlaksana dengan lancar dan aman hingga acara puncaknya pada tanggal 8 Desember 2018.

 

Festival Cycloop tersebut diawali dengan kegiatan FGD (Focus Disscussion Group) pada tanggal 6 Desember 2018, dilanjutkan dengan konvoi kendaraan pada 7 Desember 2018 dan di acara puncaknya ada tari-tarian pada 8 Desember 2018 di Pasir VI, Distrik Ravenirara, Kabupaten Jayapura.

 

Kegiatan tersebut dapat terlaksana atas peran dari para anak muda yang terdiri dari berbagai komunitas seperti dari Forum Komunitas Jayapura, Silva Ottow Geisler, IOF Pengda Papua, USAID Lestari dan LMR-RI Komwil Papua.

 

“Kemudian ada para Jurnalis di Jayapura dan sekitarnya, komunitas buta tuli Jayapura, komunits Clean and Clear The City Jayapura, Earth Hour Komunitas Jalan-jalan Sore dan para komunitas motor maupun mobil. Selain itu juga ada dari mitra masyarakat Polhut (MMP), Dewan Adat Suku Sentani (DASS), RRI dan Rock FM. Juga ada dukungan penuh dari Korem 172/PWY, Yonif RK 751, PLN, PDAM Jayapura, Telkomsel, Pertamina, USAID Lestari dan BBKSDA Papua,” imbuhnya.

Pada kegiatan tersebut, disuguhkan berbagai tarian adat dari lima Dewan Adat Suku Sentani (DASS), stand up comedy, tarian bendera dari Yonif RK 751, pembacaan puisi dan teater Cenderawasih oleh wakil komunitas dan hijabers Jayapura serta aksi pelarangan perusakan Cagar Alam Cycloop (CAC) oleh tua-tua adat DASS.

 

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, mengapresiasi upaya nyata dari para komunitas warga dan juga anak-anak muda yang tergabung dalam Tim Kreatif, yang mengkampanyekan upaya pelestarian dan juga perlindungan Cagar Alam Cycloop (CAC).

 

“Saya memberi apresiasi dan ucapkan terima kasih, karena semangat dan juga kreatifitas yang luar biasa, telah mengkampanyekan perlindungan Cagar Alam Cycloop,” kata Mathius Awoitauw dalam sambutannya pada pembukaan Festival Cycloop 2018, di Pantai Pasir VI, Distrik Ravenirara, Kabupaten Jayapura, Sabtu (8/12/2018) pekan kemarin.

Caption foto : Suasana Festival Cycloop di Pasir 6 Kota Jayapura. Festival Cycloop merupakan Festival paling keren Ini merupakan pendapat saya mengenai sejumlah Festival yang pernah saya ikuti. Festival Cycloop mampu menjawab tuntutan kekinian dan mampu “MENGAWINKAN” aspek tradisional/ Budaya serta konservasi lingkungan yang memiliki nilai edukasi bagi para pengunjung dalam mengenal lingkungan dan keanekaragamannya. (Foto dari Laman Facebook Budi Projodjonegoro Yokhu )

Ia pun mengucapkan, terima kasih kepada para komunitas dan juga para pemangku kepentingan mulai dari instansi pemerintah hingga Lima (5) Dewan Adat Suku Sentani (DASS) yang telah menyelenggarakan Festival Cycloop 2018.

 

“Terima kasih untuk para komunitas warga dan anak-anak muda serta lima DASS. Kegiatan ini sebenarnya tugas pemerintah, tetapi sudah digaungkan dan dilaksanakan oleh para komunitas. Kedepannya kita harus bersinergi untuk menggelar kegiatan seperti ini,” katanya.

 

Mathius Awoitauw mengatakan, bahwa Gunung Cycloop telah dicanangkan oleh pemerintah pusat untuk dilindungi dengan menjadikannya sebagai Cagar Alam Cycloop. Karena didalamnya terdapat tumbuhan serta hewan endemik dan memiliki keunikan tersendiri.

 

“Kerusakan Cycloop akan mengganggu dan juga mengancam kehidupan kita semua, sehingga apa yang digagas oleh anak-anak mda dan para komunitas warga ini, atas nama Pemerintah Kabupaten Jayapura saya ucapkan terima kasih. Karena semangat dan juga kreativfitas yang luar biasa ini bisa mengkampanyekan perlindungan Cycloop,” tukasnya.

 

Ia meminta, agar semua pihak harus bergandengan tangan untuk melindungi dan melestarikannya dari berbagai kerusakan, karena Cycloop merupakan sumber air bagi warga di Kabupaten/Kota Jayapura. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here