Apakah Ikan Gabus Sentani Akan Punah ?? inilah Cara Balitbangda Kab. Jayapura Cegah Kepunahan

0
626
Kepala Balitbangda Kabupaten Jayapura, Haryanto mengatakan, bahwa seminar hasil penelitian kajian strategis domestikasi ikan gabus Sentani ini adalah mencari suatu cara untuk membudidayakan ikan gabus asli Sentani agar bisa di budidayakan secara keramba (kolam) atau tidak di tempat aslinya di danau. Tampak Foto Bersama Dalam Suasana Kegiatan. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Jayapura dibawah kepemimpinan Haryanto terus melakukan terobosan dan inovasi untuk pembangunan daerah ini yang diawali dengan melakukan penelitian dan merumuskannya bersama pemangku kepentingan.

Seperti halnya yang terjadi, pada Senin (10/12/2018) Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Blaitbangda) Kabupaten Jayapura menggelar Seminar Hasil Penelitian Kajian Strategis Domestikasi Ikan Gabus Sentani dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari Politkenik Kelautan dan Perikanan Sorong salah satunya Kadarusman, P.hD yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Seminar tersebut juga dihadiri Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Jayapura Haryanto, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura Ir Rudi A. Saragih dan para staff pegawai di Balitbangda Kabupaten Jayapura maupun Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jayapura.

Keindahan Danau Sentani. Tampak Kampung Ayapo dari kejahuan. Danau Sentani menjadi habitat bagi ikan gabus. (Eveerth Joumilena / lintaspapua.com)

Kepala Balitbangda Kabupaten Jayapura,  Haryanto mengatakan, bahwa seminar hasil penelitian kajian strategis domestikasi ikan gabus Sentani ini adalah mencari suatu cara untuk membudidayakan ikan gabus asli Sentani agar bisa di budidayakan secara keramba (kolam) atau tidak di tempat aslinya di danau.

“Domestikasi dikatakan berhasil apabila ikan ini sudah tidak makan di tempat habitatnya yang asli lagi. Tapi, makanannya kita bisa ganti dengan pellet saat di budidayakan di keramba atau kolam,” ujar Haryanto, kepada media usai kegiatan, Senin (10/12/2018).

Menurut Haryanto, penelitian terhadap ikan gabus Sentani tersebut sudah dilakukan mulai sejak bulan Januari 2018 lalu, namun fokus untuk pengembangbiakan (kawin) itu mulai di bulan Juli hingga Desember 2018.

“Tujuan penelitian tersebut, pertama karena nilai ekonominya sangat tinggi dan kalau ikan gabus Sentani ini masih banyak tentunya bisa menjadi mata pencaharian bagi masyarakat. Tapi, berhubung dengan adanya penangkapan yang berlebihan karena nilai ekonominya tinggi dan juga belum adanya budidaya maka ikan (gabus Sentani) ini terancam punah,” jelas Haryanto.

“Berdasarkan penyampaian dari peneliti, ke depan jika tidak ada budidaya terhadap ikan gabus Sentani ini bisa punah. Seperti ikan gete-gete yang disampaikan oleh masyarakat tadi dalam kegiatan seminar tersebut,” tambahnya.

Dalam seminar tersebut, Haryanto menyatakan, bahwa penelitian yang dilakukan ini karena ikan Gabus Sentani sudah diambang kepunahan atau sudah agak sulit, maka pihaknya berupaya untuk mendomestikasi ikan Gabus Sentani ini agar tidak punah dengan cara membudidayakannya secara keramba.

“Jadi, penelitian ini kita lakukan kerjasama dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong. Yang mana, mereka sudah mengambil beberapa contoh ikan untuk dikembangkan disana dan hasilnya nanti tetap milik Kabupaten Jayapura,” paparnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here