Jelang Libur Natal Harga Tiket Pesawat Bisa Capai Rp. 7 – 8 Juta : Dishub Papua Kam Tolong Awasi dan Cek

148
“Kami meminta kepada perusahan trasnportasi, baik Garuda, Lion, Sriwijaya dan pesawat lainnya yang ada di Papua jangan menaikan harga tiket, apalagi di hari Natal seperti ini,”kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, nya di Jayapura, Senin 18 Desember 2018. Tampak Kesibukan Penerbangan di Bandara Sentani (Foto Facebook Hairil)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –   Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta Dinas Perhubungan setempat guna mengecek dan memantau harga tiket pesawat menjelang libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 baik dari maupun ke luar Bumi Cenderawasih.

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi,  Papua Hery Dosinaen, mengatakan, bahwa  pihaknya berharap dengan pantauan dari Dinas Perhubungan maka harga tiket pesawat tidak akan melonjak tinggi dan pada akhirnya membebani masyarakat.

Sekda Papua, TEA Hery Dosinaen, dalam sebuah wawancara. (ISTIMEWA)

“Kami akan turun ke lapangan untuk mengecek langsung harga-harga tiket pesawat sehingga jika ditemukan harga yang melonjak sangat tinggi dapat langsung ditelusuri,” katanya.

Senada dengan Hery Dosinaen, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua,  Simon Sapari, mengatakan hingga kini pihaknya belum mendapat informasi mengenai siapa yang bisa mengendalikan harga tiket pesawat ini.

 

“Sehingga kami mendorong pemerintah daerah untuk mencoba berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan di Jakarta agar berupaya menambah armada dan lain sebagainya supaya harga tiket ini dapat lebih terjangkau,” katanya.

 

Menurut Simon, biasanya dikarenakan harga tiket pesawat yang melambung maka inflasi di bidang transportasi udara pada Desember ikut naik tinggi sekali.

“Misalnya saja hendak bepergian satu atau dua hari ke depan, maka jika dipesan satu hari sebelumnya yang semula harga tiketnya hanya Rp 2,2 juta bisa mencapai Rp 7 – 8 juta, apalagi maskapai-maskapai penerbangan tertentu,” ujarnya.

Dia menambahkan,  setiap tahun Papua selalu menghadapi kondisi yang sama yakni melonjaknya harga tiket tinggi sekali, dan sudah sering pula pihaknya mengkoordinasikan kepada instansi terkait tetapi tidak pernah ada solusi atau jawaban yang memuaskan. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )