DPRD Kab. Pegunungan Bintang Gelar PAW Empat Anggota

68
Ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Petrus Tekege, ketika melantik empat Anggota DPRD dalam Rapat Paripurna Istimewa Tentang Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan PAW Anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Jumat (7/12/2018) kemarin malam di Hotel Grand Allison, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Petrus Tekege, secara resmi melantik empat anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Jumat (7/12/2018) kemarin malam.

Peresmian pemberhentian dan pengangkatan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang periode 2014-2019 ini, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Provinsi Papua Nomor : 155/443/Tahun 2018, atas usulan DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang.

Empat Anggota DPRD antar waktu yang dinyatakan sah dan memenuhi syarat yaitu, Lester Apintamon, A.Md., S.Sos, Basilia Uropmabin, Merius Salawala, A.Ma.Pd dan Selotius Taplo, S.HI.

Kepada empat (4) Anggota DPRD yang baru, kata Ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Petrus Tekege, agar segera menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan rekan-rekan Dewan yang sudah lama karena tugas sudah menunggu.

Kalau tidak segera menyesuaikan diri akan berdampak terganggunya anggota Dewan yang lama, ucap Petrus Tekege ketika menjawab pertanyaan Harian Pagi Papua, usai pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang tentang Peresmian pemberhentian dan pengangkatan PAW Anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang periode 2014-2019, yang berlangsung di Grand Allison Hotel, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (7/12/2018) malam.

Selaku Ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Petrus Tekege mengharapkan, empat orang Anggota Dewan yang baru dilantik dalam proses PAW itu sudah mulai bergabung sebagai Anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang dan juga bisa bekerja dalam sisa waktu satu tahun ini secara maksimal dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Saya harap mereka (empat anggota Dewan yang baru) mulai hari ini bergabung sebagai anggota DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang. Selain itu juga, saya harap agar mereka hilangkan semua perbedaan-perbedaan. Walaupun kita berbeda partai, tetapi di lembaga (Legislatif) ini kita mempunyai satu tujuan yaitu, kita hanya perjuangkan aspirasi rakyat Pegunungan Bintang, harapnya.

“Oleh karena itu, saya berharap kepada mereka bisa bersatu. Yakni, satu pikiran dan kita jalan sesuai dengan aturan yang berlaku di Republik Indonesia ini, sambung Petrus Tekege.
Ia menambahkan, proses pelantikan PAW ini sebenarnya harus lima orang, namun dengan alasan yang tidak jelas. Sehingga hanya empat orang saja yang dilakukan pelantikan PAW dan tidak dihadiri satu orang anggota Dewan,” katanya.

“Jadi, dia alasannya tidak jelas. Tetapi, orangnya masih di Pegunungan Bintang. Dan, sampai saat ini kami belum mendapat informasi yang pasti, terkait kenapa dia tidak hadir dalam pelantikan PAW tersebut. Ya, rekomendasi buat satu orang itu sudah ada. Tetapi kalau masih ada waktu, ya dia nanti dilantik tersendiri,” bebernya.

Dalam organisasi politik, dikatakan Ketua DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Petrus Tekege mengungkapkan, pergantian atau proses PAW ini sudah sesuai dengan Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) dalam edarannya itu menyebutkan bagi anggota Dewan yang pindah partai itu harus atau wajib mengundurkan diri.

“Disini kami ingin tegaskan kepada empat anggota Dewan yang baru, bahwa ini waktu efektif itu kurang lebih sekitar delapan bulan lah maka kami harap untuk tugas-tugas Dewan itu diutamakan, kemudian ada jadwal-jadwal kegiatan Dewan harus hadir dan juga ada kegiatan-kegiatan dalam fraksi maupun komisi itu mereka harus ambil bagian. Karena mereka inikan mengisi kekosongan dari anggota-anggota yang sebelumnya, tukas Petrus Tekege. (Irfan / Harian Pagi Papua)