Wakil Wali Kota Rustan Saru : Tim TPID Siap Sidak Netralkan Harga Sembako Jelang Natal

36
Inspeksi Mendadak (Sidak) dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., mengawali sidak dari Pasar Youtefa serta beberapa supermarket sekitar Abepura, gudang distributor bawang, telur dan beras, serta distributor penyedia ayam segar. (Fransisca / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kota Jayapura menggandeng Bulog, Disperindakop, Bappeda, PDAM, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bank Indonesia, serta dinas terkait untuk melakukan sidak harga pangan dalam rangka hari Natal dan Tahun baru 2019, Kamis (6/12/2018).

Inspeksi Mendadak (Sidak) dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM.,  mengawali sidak dari  Pasar Youtefa serta beberapa supermarket sekitar Abepura, gudang distributor bawang, telur  dan beras, serta distributor penyedia ayam segar.

 

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM, memaparkan hasil temuan harga Pangan yang mengalami kenaikan harga tinggi adalah Ikan ekonomi kuning, cakalang, sedang harga telur mengalami kenaikan sedikit.

“Kami melakukan SIIDAK di pasar, supermarket, gudang distributor, mengenai harga harga sembako, mulai dari ikan, cabe, bawang, beras, telur. dari pantauan lapangan yang mengalami lonjakan harga, adalah ikan ekor kuning dan Cakalang, melonjak harganya dua kali lipat dari harga sebelumnya. ini perlu kita lakukan intervensi, kemudian telur mengalami kenaikan sedikit, harga cabe rawit bawang sayur harganya normal seluruhnya stok cukup, hingga hari Natal dan Tahun Baru,” ujar Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., usai sidak di salah satu pertokoan di Abepura.

 

Rustan mengatakan, Tim  TPID akan melakukan operasi pasar untuk mengendalikan harga pasar, agar tidak melonjak tinggi, juga memastikan seluruh kebutuhan Bahan pangan tersedia selama Natal dan Tahun baru 2019.

“Dengan bekerjasama dengan para distributor, penyedia pangan serta ikan segar,”  lanjutnya.

Sementara itu, Pedagang Pangan Pasar Youtefa, Ibu Pribadi menuturkan, bahwa positif langkah yang di ambil oleh pemerintah kota, karena bila harga pangan tinggi dari diatributor, pedagang juga engan untuk menjual kembali, karena ada resiko dagangan tidak laku.

“Terus terang saya senang dengan sidak hari ini, karena kita bisa dapat harga khusus dari distributor, jual dengan harga normal, sebab pernah saya jual kembali dari harga  distributor tinggi, dagangan saya malahan tidak laku, sekarang enak Sudah ada yang bantu atur harga,” katanya. (Fransisca / lintaspapua.com )