Sikapi Kasus Nduga, Partai NasDem Papua Minta Semua Pihak Kedepankan Nilai Kemanusiaan

143
Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua, Mathius Awoitauw, SE, M.Si., saat pembukaan kegiatan Pembekalan Bagi KSN se-Provinsi Papua, di Hotel Grand Allison, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (6/12/2018) kemarin sore. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  DPW Partai NasDem Provinsi Papua meminta kepada semua pihak yang berkepentingan dalam penanganan kasus penembakan puluhan pekerja proyek jembatan di Kabupaten Nduga, untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, serta tidak melakukan pendekatan militer secara besar.

“Jadi, Partai NasDem dalam situasi di Kabupaten Nduga itu kita mengimbau kepada semua pihak yang berkepentingan atau yang bersangkutan dalam penanganan (kasus penembakan) ini. Kalau bisa ini ditangani dengan mengedepankan kemanusiaan, mengedepankan dengan cara-cara yang terbaik,” ujar Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Papua, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, kepada wartawan usai kegiatan Pembekalan Bagi KSN se-Provinsi Papua, di Hotel Grand Allison, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (6/12/2018) kemarin sore.

“Bukan dengan cara pendekatan militer yang besar. Karena ini akan berimbas pada masyarakat lokal yang tidak mengetahui apa-apa tentang situasi yang trjadi saat ini,” ia menambahkan.

Mathius Awoitauw menilai masyarakat setempat yang ada di Kabupaten Nduga harus dilindungi, sementara untuk penegakan hukum tetap dilaksanakan.

“Harus melindungi masyarakat setempat yang ada di Kabupaten Nduga, tetapi penegakan hukum tetap harus dilakukan,” kata Mathius Awoitauw yang juga Bupati Jayapura tersebut.

Di sisi lain, Mathius Awoitauw menyebutkan, Partai NasDem juga berharap pembangunan infrastruktur yang sementara dibangun dalam kepemimpinan Presiden Jokowi dan Gubernur Lukas Enembe ini terus dilanjutkan. Sebab, ia menilai pembangunan infrastruktur ini sangat penting untuk membuka isolasi dan juga mempercepat kemajuan-kemajuan di Provinsi Papua.

“Dengan demikian, kita berharap dalam penanganan ini juga mengidentifikasi secara cermat dengan data-data yang akurat, melibatkan pihak-pihak yang berkompoten untuk bisa mendapatkan sebenarnya apa yang terjadi. Supaya dalam penanganannya kedepan bisa lebih membumi dan berkepanjangan, serta tidak hanya instan agar apa yang terjadi saat ini tidak pernah akan terjadi lagi untuk selama-lamanya,” ujar Mathius Awoitauw diakhir wawancaranya. (Irfan / Harian Pagi Papua)