Pertamina MOR VIII Maluku – Papua Berupaya Salurkan BBM ke Nduga

63
"Sejauh ini kami masih berkoordinasi dengan aparat keamanan guna memastikan operasional untuk menyuplai BBM ke sana (Kab.Nduga),"ucap General Manager, Pertamina MOR VIII Maluku-Papua, Lin Febrian, kepada sejumlah wartawan di Jayapura, Kamis, 6 Desember 2018. (Ardiles / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Supply Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang Hari Raya Natal 25 Desember 2018 ke Kabupaten Nduga terus diupayakan PT, Pertamina (persero) MOR VIII Maluku-Papua mengingat beberapa waktu lalu terjadi konflik di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua.

Sampai saat ini PT. Pertamina masi terus berkoordinasi dengan pihak keamanan dalam misi memasok BBM di daerah tersebut.

“Sejauh ini kami masih berkoordinasi dengan aparat keamanan guna memastikan operasional untuk menyuplai BBM ke sana (Kab.Nduga),”ucap General Manager, Pertamina MOR VIII Maluku-Papua, Lin Febrian,  kepada sejumlah wartawan di Jayapura, Kamis, 6 Desember 2018.

Pemasokan BBM, sambung Febrian, di Kabupaten Nduga menjadi perhatian kami Pertamima MOR VIII kenapa? Kerana lembaga penyalur BBM satu harga ada di daerah tersebut.

“Dengan lembaga penyalur disana juga tentu kita harapkan dapat melayani kebutuhan masyarakat disana baik, “jelasnya.

Untuk menyuplai BBM ke Nduga segera dapat kita laksanakan tetapi sekarang belum bisa dipastikan, namun pihak pertamina akan melakukan suplai BBM jika dapat dipastikan daerah tersebut sudah memungkinkan.

“Untuk distribusi BBM sementara ini belum jalan, kami masih berkordinasi terus dengan aparat keamanan,” ucap Lin.

Pihaknya menambahkan Sejauh ini untuk kecukupan pasokan BBM tidak ada kendala,
” Dimana terkait kondisi yang saat ini di Nduga masih belum stabil, jadi kami masih kordinasi dengan aparat keamanan terkait situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan,”ujarnya.

Kemudian apabila kondisi sudah memungkinkan maka kita akan mengikuti arahan dari pihak keamanan untuk menyuplai BBM tersebut.

“Kami terus memantau kondisi disana termasuk rencana suplay BBM berikutnya. Intinya kami terus menunggu kapan waktunya,” pungkasnya.  (Ardiles / lintaspapua.com )