SENTANI (LINTAS PAPUA)  – “Kami di Kabupaten Jayapura lewat kepemimpinan bapak Bupati telah mencanangkan Distrik itu menjadi pusat pemberdayaan, pusat pelatihan dan juga pusat data,” Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Timothius J. Demetouw, S.E., M.Si.,  kepada wartawan usai membuka kegiatan pelatihan penyebarluasan informasi bagi admin kampung di delapan (8) Distrik, di aula Dinas Komunikasi dan Informasi, Selasa (4/11/2018).

 

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura, Dr. Timothius J. Demetouw, S.E., M.Si, secara resmi membuka Pelatihan Penyebarluasan Informasi yang bersifat penyuluhan bagi masyarakat di Lantai I Gedung D, Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (4/12/2018) siang.

 

Pelatihan Penyebarluasan Informasi tersebut diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik bagi Admin Kampung yang ada di delapan (8) Distrik seperti Distrik Sentani Barat, Distrik Depapre, Distrik Demta, Distrik Kemtuk, Distrik Namblong, Distrik Unurum Guay, Distrik Yapsi dan Distrik Kaureh.

 

Kegiatan ini cukup strategis dan sangat bermanfaat dilaksanakan, demi mewujudkan sebuah kemandirian melalui pelatihan penyebarluasan informasi dengan cara melakukan pelatihan Jurnalistik dan juga pengelolaan website agar penguasaan teknologi informasi dan komunikasi bisa dilakukan semua elemen masyarakat.

 

 

 

Timothius menambahkan, kalau dari sekarang kita tidak mempersiapkan masyarakat di kampung maupun distrik, maka kebijakan ini tidak akan jalan. Sebab itu, dari Dinas Komunikasi dan Informatika ini sudah mencoba untuk mengambil inisiatif dengan mempersiapkan masyarakat yang ada di kampung.

 

“Kali ini mereka mencoba untuk mengangkat delapan distrik, dengan melibatkan semua kampung yang ada di delapan distrik untuk mengikuti kegiatan ini,” paparnya.

 

Untuk itu, ia berharap kepada seluruh peserta pelatihan ini harus sungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini secara baik, sehingga peserta dapat menguasai cara-cara penyebarluasan informasi melalui pengelolaan website dan tidak perlu lagi bergantung pada pihak lain dalam pembuatan maupun pengelolaannya. (Irfan / Harian Pagi Papua)