Terimakasih PT Pertamina (Persero) MOR VIII, Pemprov Papua Akui Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor Over Target

53
Ilustrasi Pengisian BBM untuk Kendaraan di SPBU yang menjadi pelayanan Pertamina. “Dengan perkembangan waktu selama dilaksanakannya undang-undang tersebut, pajak daerah masih menempati urutan pertama sebagai penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Papua. atas nama pemerintah provinsi Papua mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan jajaran PT Pertamina (Persero) MOR VIII Jayapura dan para penyedia lainnya telah melaksanakan pemungutan dan penyetoran pajak bahan bakar kendaraan bermotor sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Gubernur Papua, Lukas Enembe, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Anny Rumbiak, pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Rekonsiliasi Penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) antara PT. Pertamina (Persero) MOR VIII Jayapura, dan Rapat Konsultasi Kesamsatan dengan para Dealer dan Sub Dealer di wilayah Papua, Selasa, (4/12/2018).

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Pajak Kendaraan Bermotor (PKB ) Provinsi Papua tahun 2018 melebihi target. Realiasasi penerimaan PKB sampai dengan bulan November 2018 mencapai Rp 214.347.045.828,- atau 103,8 persen dari target sebesar Rp 207.208.420.000,- dan realisasi pajak bahan motor kendaraan bermotor (PBB-BK) Rp 163.760.680.792, atau 99,85 persen dari target sebesar Rp 164.000.000.000,-

 

Gubernur Papua,  Lukas Enembe mengatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah, kewenangan pemerintah Provinsi dalam mengelola pajak daerah berjumlah lima jenis pajak daerah yaitu pajak kendaraan bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, (BBN-KB) dan Pajak Air Permukaan (PAP), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) dan pajak rokok.

Staf Ahli Gubernur Papua, Anni Rumbiak, saat menyampaikan sambutan Gubernur Lukas Enembe, dalam kegiatan. (ISTIMEWA)

“Dengan perkembangan waktu selama dilaksanakannya undang-undang tersebut, pajak daerah masih menempati urutan pertama sebagai penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Papua. atas nama pemerintah provinsi Papua mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan jajaran PT Pertamina (Persero) MOR VIII Jayapura dan para penyedia lainnya telah melaksanakan pemungutan dan penyetoran pajak bahan bakar kendaraan bermotor sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Gubernur Papua, Lukas Enembe, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Anny Rumbiak,  pada kegiatan Rapat Koordinasi dan Rekonsiliasi Penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB) antara PT. Pertamina (Persero) MOR VIII Jayapura, dan Rapat Konsultasi Kesamsatan dengan para Dealer dan Sub Dealer di wilayah Papua, Selasa, (4/12/2018).

 

Ditambahkan, serta para dealer/sub dealer yang telah melakukan penjualan kendaraan bermotor sekaligus membantu merealisasikan pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor khususnya kendaraan bermotor baru.

 

Gubernur berharap,  penerimaan daerah yang bersumber dari pajak bahan bakar kendaraan bermotor tersebut mengalami kenaikan, seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor serta tingkat konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor untuk masing-masing pengguna kendaraan.

 

Untuk penerimaan pajak bahan bakar kendaraan bermotor tahun 2018 yang cukup tinggi diharapkan dapat dipertahankan dan ditingkatkan ditahun yang akan datang.

“Karena kontribusi dari kedua pajak daerah akan menjadi primadona penerimaan pajak daerah dalam mewujudkan Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera dan Berkeadilan,” tuturnya.

 

Dengan demikian, konsekuensi dari kenaikan penerimaan dari kedua jenis pajak daerah tersebut memberikan kebahagian sekaligus tanggungjawab bersama kepada kita untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan realisasi penerimaannya, sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perkiraan penerimaan daerah khususnya penerimaan PKB dan BBN-KB tahun anggaran 2019.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua, Gerson Jitmau, menyebutkan, untuk mencapai target pendapatan dari PKB dan mempermudah akses masyarakat membayar pajak, Dispenda membuka Outlet Samsat di Mall Jayapura maupun mobil samsat keliling. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Papua Gerson Jitmau, menyebut, untuk mencapai target pendapatan dari PKB dan mempermudah akses masyarakat membayar pajak, Dispenda membuka Outlet Samsat di Mall Jayapura maupun mobil samsat keliling.

 

Gerson Jitmau mengakui, pajak kendaraan bermotor menjadi salah satu sektor penyumbang pajak terbesar Papua selama ini. “Pemerintah Provinsi Papua masih bergantung pada sektor pajak sebagai salah satu andalan pendapatan asli daerah. Sektor pajak kendaraan bermotor menjadi yang paling favorit dalam pemasukan PAD tersebut,” ungkapnya. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )