Papua Circle Institute : Pembunuhan 31 Pekerja di Nduga Adalah Pengingkaran Nilai – Nilai Kemerdekaan

172
“Pembunuhan terhadap pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi Kabupaten Nduga Provinsi Papua yang terjadi pada tanggal 2 dan 3 Desember 2018 lalu adalah pengingkaran terhadap nilai-nilai kemerdekaan, kemanusiaan, kesejahteraan dan keadilan sosial yang diperjuangkan semua pihak selama ini di Bumi Cenderawasih,” ujar Direktur Papua Circle Institute, Hironimus Hilapok, kepada media di Jayapura, Rabu (5/12/2018). Tampak Suasana Penerbanan Helikopter oleh Aparat TNI di Kabupaten Nduga. (Pendam)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Menghilangkan nyawa dengan alasan apapun tidak dibenarkan, karena hak untuk hidup adalah Hak Asasi Manusia yang sudah ada sejak masih di dalam kandungan.

 

“Pembunuhan terhadap pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi Kabupaten Nduga Provinsi Papua yang terjadi pada tanggal 2 dan 3 Desember 2018 lalu adalah pengingkaran terhadap nilai-nilai kemerdekaan, kemanusiaan, kesejahteraan dan keadilan sosial yang diperjuangkan semua pihak selama ini di Bumi Cenderawasih,” ujar Direktur Papua Circle Institute, Hironimus Hilapok, kepada media di Jayapura, Rabu (5/12/2018).

 

Apalagi yang menjadi korban adalah masyarakat sipil yang justru sementara berjuang agar pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

 

Pembunuhan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawah pimpinan Egianus Kogoya terhadap 31 orang pekerja yang sedang membangun jembatan di Distrik Yigi merupakan peristiwa Nduga Berdarah yang mengguncang rasa kemanusiaan kita.

 

“Bahwa dari laporan beberapa media, peristiwa Nduga Berdarah ini bermula dari oknum pekerja mengambil gambar dan atau video saat Kelompok Egianus Kogoya melakukan upacara bendera peringatan 1 Desember yang dianggap sebagai hari kemerdekaan Papua yang ke 57. Namun sangat disayangkan reaksi yang diberikan oleh KKB sangat berlebihan dengan menghilangkan nyawa orang-orang yang tidak bersalah,” ujar  Direktur Papua Circle Institute, Hironimus Hilapok, dalam press release yang diterima lintaspapua.com di Jayapura, Rabu (5/12/2018)

 

“Dengan demikian maka kami Papua Circle Institute menyatakan Turut berduka cita atas meninggalnya seluruh korban peristiwa Nduga Berdarah, dan kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama untuk mendoakan para korban, semoga mereka dapat beristirahat dalam damai,” ucapnya.

 

“Mengutuk keras tindakan tidak manusiawi yang dilakukan oleh KKB terhadap para korban peristiwa Nduga berdarah,” kata Direktur Papua Circle Institute, Hironimus Hilapok.

 

Pihaknya meminta, Negara harus menyelesaikan kasus ini hingga tuntas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia.

 

Dirinya berharap, Dalam penuntasan kasus Nduga Berdarah, aparat penegak hukum harus membedakan mana Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan mana masyarakat sipil umumnya.

 

“Kami menghimbau partispasi dan kerjasama yang baik dari semua pihak terutama masyarakat Papua untuk mendukung program pembangunan yang sedang dilakukan Pemerintah Pusat di daerah demi kesejahteraan dan kebaikan kita bersama, Demikian pernyataan Sikap ini, untuk menjadi perhatian semua pihak,” tandasnya mengakhiri pembicaran, di Jakarta, 4 Desember 2018. (*)