Pemkot Jayapura Sikapi Keluhan Pedagang Pasar Youtefa terkait Tingginya Sewa Lapak

77
Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., saat berdiskusi bersama para pedagang. (Fransisca / lintaspapua.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dalam rangka penertiban pasar Youtefa, maka  Wakil Wali Kota melakukan Inspeksi mendadak(SIDAK), sekaligus Wakil Wali Kota menampung keluhan puluhan pedagang sayur yang berasal dari Kabupaten Keerom dan sekitarnya.

Keluhan yang disampaikan kepada Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM,  karena lapak jualan mereka, dibebani biaya mahal mulai dari Rp 35 juta – Rp 55 juta.

Dari laporan warga pedagang dugaan Pungutan Liar ini diduga, dilakukan oleh oknum  yang sedang menjabat sebagai Kepala Pasar Youtefa. Dikarenakan masalah ini pedagang sayur dan buah mengambil kesempatan untuk mengungkapkan secara langsung kepada Wakil Wali Kota Jayapura pada Sabtu (1/12/2018).

Para pedagang bahkan mengatakan, praktek pungli ini sudah lama sejak kepemimpinan pejabat sebelumnya, pedagang tidak memahami aturan terpaksa hanya menuruti aturan diterapkan oleh oknum Kepala Pasar.

Salah satu pedagang di Pasar Yotefa, Ibu Pribadi mengadukan, argumen yang pernah di lontarkan pada oknum kepala pasar.

“Dia bilang Kalau kami tidak membayar uang itu, maka kami harus keluar dari sini. Katanya masih ada orang lain yang siap membayar di atas 80 atau 100 juta. Makanya kami terpaksa bayar uang itu supaya tetap berjualan di sini,

Pihaknya berharap, pemerintah kota Jayapura supaya jangan menutup mata dengan persoalan ini.

“Harus dicari tahu dari mana mereka menerapkan aturan itu, kenapa sampai mereka mau memungut uang  – uang dengan jumlah yang sangat besar seperti itu,” katanya

Para pedagang ini berharap kepada pemerintah kota Jayapura melalui instansi terkait agar bisa memberikan kepastian dan ketegasan mengenai penerapan aturan yang diberikan oleh Kepala Pasar itu. Sebab aturan saat ini pembayaran uang puluhan juta itu sangat merugikan mereka dan dinilai terlalu tinggi sementara di satu sisi mereka juga harus membayar retribusi setiap bulannya sekitar Rp700.000.

Sementara itu,  Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., menegaskan, bahwa pihaknya belum mengetahui penerapan aturan tersebut.

Di hadapan para pedagang dia menegaskan,  akan memanggil oknum Kepala Pasar guna mempertanggungjawabkan kebijakan dan penerapan aturan yang sangat tidak sesuai dengan visi dan misi pemerintah kota Jayapura.

Pada kesempatan itu pula dia meminta, kepada seluruh pedagang untuk segera melaporkan atau menginformasikan kepada pemerintah kota Jayapura.

“Jika oknum Kepala Pasar masih memberlakukan pungutan liar terhadap tempat atau lapak jualan yang ditempati oleh para pedagang,” ujar Rustan Saru, yang ditemui di sela-sela kegiatan SIDAK bersama para pedagang pasar di pasar Yotefa pada saat itu.

“Saya akan Panggil yang bersangkutan mungkin hari Senin besok untuk mempertanggungjawabkan kebijakan yang diterapkan itu,” tegasnya. (Fransisca / lintaspapua.com)