Peringati HMPI 2018 : Pemerintah dan Masyarakat Tanam Pohon Sagu Massal di Sentani

0
634
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si dalam apel peringatan HMPI 2018 yang digelar Sabtu (1/12/2018) di Kampung Kehiran II, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, di damping Kepala Distrik Sentani, Budi Prodjonegoro Yokhu, S.STP. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Tanggal 28 November sudah ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan bulan Desember ditetapkan sebagai bulan Menanam Nasional berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 24 Tahun 2008.

Pada tanggal 1 Desember2018 ini peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) di tingkat nasional bertema DAS Sehat, Sejahterakan Rakyat, sedangkan di Provinsi Papua bertemakan Gerakan Perempuan Tanam, Pelihara dan Olah Sagu. Puncak peringatan dilaksanakan dengan menanam Pohon Sagu di Bumi Khenambay Umbay, tepatnya di Kampung Kehiran II, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura pada tanggal 1 Desember 2018.

Sebelum penanaman pohon Sagu secara massal, kegiatan diawali dengan apel penanaman pohon Sagu, Apel ini juga dihadiri Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, Ketua TP-PKK Provinsi Papua Ny. Yulce W. Enembe, S.H., Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, S.Pd, unsur Forkompimda, sejumlah pejabat di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua maupun Kabupaten Jayapura.

Selain itu juga diikuti oleh PNS, Polri, TNI, pelajar dan tamu undangan lainnya.

Caption Foto : Suasana KegiataN Apel dan Penanaman Pohon Sagu. (Foto Ferry Rmbn Facebook)

Apel peringatan HMPI dan penanaman pohon Sagu secaa massal ini berlangsung dengan khidmat. Masing-masing barisan tampak mendengarkan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya yang dibacakan oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si.

Dalam sambutan menyebutkan, peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2018 ini berbeda dengan dari tahun-tahun sebelumnya, karena tahun ini dilebur, disatukan dengan pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GN-PDAS).

Penanaman pohon selalu dan tetap menjadi sebuah kegiatan yang amat penting, maka itu kita mencoba mengembalikan vegetasi lahan dan hutan yang terdegradasi. Tetapi, menanam pohon saja belum cukup untuk tujuan besar melakukan pemulihan kondisi lahan atau hutan secara lebih luas, yaitu dalam sebuah pendekatan Daerah Aliran Sungai (DAS), kata dia.

Yang perlu segera dipulihkan ialah fungsi Hidrologi DAS agar kembali sehat dan berkontribusi bagi pencegahan bencana serta peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat.

Mengembalikan kondisi vegetasi adalah bagian dari tindakan menyeluruh yang diperlukan. Oleh sebab itu, mulai tahun 2018 dan selanjutnya, yang akan kita peringati ialah pemulihan DAS, ujarnya.

Caption Foto : Bupati Jayapura dan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, keduanya saat berada di lokasi kegiatan. (Foto Ferry Rmbn Facebook)

Kenapa upaya yang dilakukan harus dalam konteks DAS, kata dia, karena yang kita kelola adalah bentang alam dengan berbagai unsurnya yang saling terkait.

DAS merupakan wadah atau ekosistem, dimana seluruh aktifitas manusia berada dengan segala dinamikanya. Bentang alam menggambarkan rajutan berbagai atribut lahan konfigursi topografis, setting social, maupun budaya yang termanifestasikan sebagai sumberdaya. Agar sebuah ekosistem atau DAS tetap sehat dan berfungsi, maka keseimbangannya harus dijaga, tandasnya. (Irfan / Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here