Pemprov Papua Tak Suruh Mahasiswa Demo Minta Papua Merdeka

0
809
Ilustrasi Suasana Aksi Mahasiswa Papua di Surabaya pada tanggal 1 Desember 2018 dari sejumlah foto - foto yang beredar di media sosial. (Foto istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Pemerintah Provinsi memastikan tak pernah menyuruh ataupun meminta mahasiswa asal Papua yang mengambil kota studi di seluruh Indonesia, melakukan aksi demo menyuarakan tuntutan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

“Kami tidak suruh (mahasiswa asal Papua) baik secara kelompok ataupun perorangan melakukan aktivitas (demo meminta merdeka)”.

 

“Makanya, kalau (mereka) yang kemudian bertentangan dengan negara dan kini berhadapan dengan aturan hukum berlaku, tidak ada toleransi sedikitpun bagi pemprov (untuk membela). (Kalau) salah ya berhadapan dengan hukum,” terang Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Papua, Doren Wakerkwa, di Jayapura, kemarin.

 

Menurut dia, mestinya mahasiswa asal Papua yang mengambil studi di Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta di seluruh Indonesia, hanya berkuliah dan setelah diwisuda, segera kembali ke Papua untuk membangun daerahnya, sebagai bangsa dan warga negara Indonesia.

 

Pemberian beasiswa pun sebenarnya bertujuan untuk membantu putra dan putri asal Papua agar mendapat pendidikan tinggi, sehingga mampu bersaing dengan pemuda dan pemudi lainnya di seluruh Indoneisa, dalam pelaksanaan pembangunan.

 

“Sehingga mau kuliah dimana pun berada, baik di Surabaya, Aceh, Manado, bahkan luar negeri sekalipun mereka mesti kembali pulang kembali ke Papua”.

 

“Intinya, gubernur mengirim mahasiwa yang dibiayai negara, supaya selesai kuliah pulang ke Papua supaya membangun tatanan kehidupan pemerintahan dan pelayanan kemasyarakatan yang ada di tanah ini. Sebab sekali lagi tidak ada niat pemerintah provinsi mengajarkan mahasiswa untuk pergi ke provinsi di seluruh Indonesia atau ke luar negeri, lalu melakukan kegiatan seperti begitu,” tegasnya.

 

Sebelumnya, ratusan mahasiswa Papua menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Pemuda, Surabaya, Sabtu (1/12), menyuarakan tuntutan agar Papua Barat merdeka dan lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Dalam aksinya, para mahasiswa asal Papua ini mengenakan ikat kepala mirip motif bintang kejora yang merupakan simbol Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Berti Pahabol / Lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here