Magdalena Luturmas Awoitauw Komitmen Perangi Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

0
358
“Kami menolak semua bentuk kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak,” tegas Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, kepada wartawan di sela-sela Acara 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan tingkat Kabupaten Jayapura yang berlangsung, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (30/11/2018) siang pekan kemarin. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Tim Penggerak PKK Kabupaten Jayapura siap perangi segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tidak hanya kekerasan bagi perempuan yang di perangi, tetapi kekerasan terhadap anak juga harus di perangi secara bersama.

“Kami menolak semua bentuk kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak,” tegas Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw,  kepada wartawan di sela-sela Acara 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan tingkat Kabupaten Jayapura yang berlangsung, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (30/11/2018) siang pekan kemarin.

Iluatrasi Pelantikan pengurus dan anggota TP-PKK yang diketuai langsung Istri Bupati Jayapura, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, S.Pd, dilangsungkan di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (20/2/2018) pagi, bersama Wakil Ketua I Ny. Siti Aisah Giri Wijayantoro, anggota dan seksi kepengurusan lainnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

Dikatakan Magdalena, Kabupaten Jayapura telah menyatakan komitmen sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) serta mendorong program 1.000 hari kehidupan. Sebab itu, semua bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak harus di hapuskan, karena akan menghambat pencapaian program-program pembangunan.

Menurutnya, PKK Kabupaten Jayapura dalam kemitraannya dengan sejumlah OPD tekhnis di lingkup Pemerintah Kabupaten Jayapura seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) memprogramkan sosialisasi mengenai bahaya KDRT.

 

 

Selain itu, melalui kepengurusan PKK, pihaknya selalu menyampaikan kepada berbagai pihak melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun tidak untuk memerangi KDRT, sebab KDRT pada prindipnya akan merusak sendi-sendi kehidupan keluarga.

“Kami juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura yang selalu mendukung program-program PKK. Salah satu program PKK adalah menolak KDRT di daerah ini,” tandasnya.

Ilustrasi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano didampingi Pelaksana Kegiatan Pelatihan Noken, Bilha Demtu S.E, ketika melepas tanda peserta dari dua orang perwakilan pada penutupan kegiatan pelatihan Noken, di Aula Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Papua, di Yahim, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (31/10/2018) kemarin siang. (Irfan / HPP)

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Jayapura, Dra. Maria Bano menegaskan, kaum perempuan dan anak di Kabupaten Jayapura sering mengalami kekerasan fisik maupun kekerasan psikis.

Untuk itu, pihaknya terus berupaya bersama lembaga-lembaga mitra untuk mengatasi maraknya kasus-kasus KDRT. Pihak kepolisian dalam hal ini Polres Jayapura melalui Unit PPA terus menjadi mitra bagi DPPPA Kabupaten Jayapura dalam rangka penanganan kasus KDRT. (Irfan / Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here