Kabupaten Jayapura Jadi Percontohan Penanaman dan Pengolahan Sagu

0
638
Ketua TP-PKK Provinsi Papua, Ny. Yulce W. Enembe, S.H., ketika menanam Pohon Sagu dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dengan mencanangkan gerakan Perempuan Tanam, Pelihara dan Olah Sagu, di Kampung Kehiran II, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (1/12/2018) pagi pekan kemarin. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menunjuk Kabupaten Jayapura sebagai pilot project atau proyek percontohan lokasi penanaman, pemeliharaan dan juga pengolahan Sagu.

 

“Saya sangat mendukung sekali di daerah ini dijadikan pilot project, karena melihat potensi mereka dalam mengolah sagu itu sudah ada dan sangat baik sekali,” kata Ketua TP-PKK Provinsi Papua, Ny. Yulce W. Enembe, SH., kepada wartawan sesuai penanaman Pohon Sagu, di Kampung Kehiran II, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (1/12/2018) pagi pekan kemarin.

Penanaman Pohon Sagu tersebut dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) tingkat Provinsi Papua Tahun 2018, guna pencanangan gerakan perempuan tanam, pelihara dan olah Sagu di Kampung Kehiran II, yang sesuai dengan program Gerakan Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GP-DAS) untuk menciptakan kualitas lingkungan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Yulce menyebutkan, pada umumnya PKK itu tidak berjalan sendiri, karena PKK adalah mitra dari pemerintah. Sebab itu, pihaknya siap untuk menyukseskan kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah tersebut.

 

Menurutnya, kegiatan seperti ini pihaknya sangat mendukung sekali, karena dirinya melihat potensi masyarakat sudah sangat baik sekali. Hanya saja, mereka perlu ketersediaan fasilitas dan perhatian yang baik dari pemerintah.

 

“Jadi, mereka perlu penyediaan fasilitas yang baik dan harus memperhatikan mereka secara terus menerus. Oleh sebab itu, saya berharap kepada pemerintah daerah setempat dan kami dari PKK bisa memberikan sedikit perhatian bagi mereka. Agar melalui sagu ini kebutuhan mereka bisa dapat terpenuhi,” katanya.

 

Untuk menyediakan potensi yang baik, dirinya mengatakan, seluruh stokeholder baik itu BUMN dan BUMD diminta untuk bersatu. Jika setiap BUMN dan BUMD jalan masing-masing, maka nantinya akan terjadi tumpang tindih antar sesama stokeholder.

 

“Kalau berbicara tentang menyediakan potensi yang baik itu seharusnya BUMN dan BUMD bersatu, tidak hanya jalan sendiri-sendiri yang bisa terjadi tumpang tindih,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, S.Pd, menyampaikan akan menerima mandat ini dengan sepenuh hati dengan menyiapkan tekad untuk menjadi yang terbaik.

 

Selain itu, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini PKK dan juga dins terkait, yang telah memilih Kabupaten Jayapura sebagai pilot project. “Kami sangat mengapresiasi karena pihak provinsi mau memilih Kabupaten Jayapura sebagai tempat atau lahan untuk proyek percontohan menanam serta pengolahan Sagu, dan hal itu sendiri kita sudah menyaksikannya,” ujar Magdalena.

Caption Foto : Ketua TP-PKK Provinsi Papua, Ny. Yulce W. Enembe, SH dan Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Magdalena Luturmas Awoitauw, S.Pd., dalam suasana penanaman dan santai. (Foto Ferry Rmbn Facebook)

Untuk menindaklanjuti penanaman Sagu, kata Magdalena, kedepan pihaknya berencana akan membuat satu pertemuan khusus bagi ibu-ibu yang ada di pesisir Danau Sentani.

 

“Jadi tahun depan kami akan lakukan itu, dengan cara membagi kelompok, kemudian akan memberikan mereka fasilitas yang baik dan juga akan memberikan pembelajaran-pembelajaran kepada mereka sesuai dengan apa yang terjadi hari ini,” imbuhnya. (Irfan / Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here