15 Kabupaten Belum Capai Target Imunisasi : Waspadai Wabah Polio di Papua New Guinea

56
Ilustrasi Suasana Penanganan Penyakit Campak dan Kekuragan Gizi di Kabupaten Asmat, kini telah mendapatkan penanganan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah daerah setempat.. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)   –   Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat, Noak Kapisa mengingatkan,  instansi terkait untuk mewaspadai wabah polio yang saat ini terjadi di Papua Nugini.

Dimana sampai saat ini, terdapat 25 kasus polio di Papua Nugini yang telah menjangkiti sembilan  provinsi,yakni Eng, Morobe, Madang, Eastern Highland, Western Highland, Jiwaka, Ncd, Ehp dan East Sepik.

“Memang pemerintah bersama kementerian kesehatan berdasarkan rekomendasi dari komite ahli imunisasi Indoensia telah mengambil langkah antisipatif untuk mencegah masuknnya wabah polio ke Papua,” katanya.

“Namun tetap saya minta instansi terkait tetap waspada. Makanya Provinsi Papua didorong harus bisa melaksanakan imunisasi polio bersamaan dengan imunisasi campak rubella di seluruh Papua,” terang Noak, pada kegiatan simulasi cegah tangkal wabah polio dari Papua Nugini ke Indonesia, di Jayapura, Rabu (28/11/2018).

Dikatakan, saat ini sebanyak 15 kabupaten di Papua belum mencapai target cakupan Imunisasi Rubella dan Polio. Untuk itu, diharapkan pelaksanaan imunisasi yang bakal berakhir hingga 30 desember 2018, bisa mengcover seluruh anak di bumi cenderawasih.

Noak pada kesempatan itu mengapresiasi WHO di wilayah Indonesia yang telah memfasilitasi pemerintah provinsi dan kementerian kesehatan untuk bertemu dengan delegasi Papua Nugini di Port Moresby, guna membahas masalah wabah polio di antar kedua negara.

Pihaknya pun mengapresiasi pemerintah pusat yang dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut, telah mengalokasikan dana dekonsentrasi 2019 sebesar Rp.45 miliar kepada dinas kesehatan, guna membiayai kegiatan pencegahan dan pengendalian penyakit di kabupaten dan kota.

“Makanya, saya minta kepada kepala dinas kesehatan, agar mampu menyerap anggaran dari pusat tersebut. Namun diharapkan agar dalam pelaksanaannya, mampu mencapai sukses target kinerja dan pertanggungjawaban dana,” harapnya.

Sebelumnya, Sekda Papua Hery Dosinan menginstruksikan para bupati melalui kepala kampung untuk dapat mengawasi daerah perbatasan. Sebab dikhawatirkan, wabah itu dapat ditularkan dan dibawa melalui “jalur tikus” yang sulit untuk diidentifikasi.

“Apalagi polio merupakan penyakit virus yang sangat mudah menular dan menyerang sistem saraf, khususnya pada balita yang belum melakukan vaksinasi. Dimana pada kasus yang parah, penyakit ini bisa menyebabkan kesulitan bernapas, kelumpuhan, atau dan kematian,”imbaunya. (Harian Pagi Papua)