Petani Papua Keluhkan Sarana Transportasi, DPR Papua Soroti Pelayanan Angkutan

63
Satu keluhan masyrakat petani yang ada di daerah yang jauh dari kota adalah sarana transportasi untuk menjual hasil pertanian. Seperti yang disampaikan oleh bapa dan ibu Semi Wonda di Arso IV, Kabupaten Keerom. Tampak saat ditemui Anggota DPR Papua, Jhon Gobai. (Foto Istimewa)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Satu keluhan masyrakat petani yang ada di daerah yang jauh dari kota adalah sarana transportasi untuk menjual hasil pertanian. Seperti yang disampaikan oleh bapa dan ibu Semi Wonda di Arso IV, Kabupaten Keerom.

Hal ini disampaikan Anggota DPR Papua, Jhon NR. Gobai, kepada lintaspapua.com , Sabtu (1/12/2018), sekaligus menjelaskan, bahwa dalam pertemuan dengan dirinya mereka mengisahkan bagaimana tiap hari mereka menjual hasil kebun mereka.

“Tiap hari jam 10 malam dengan menggunakan truk, mereka harus datang ke Pasar Youtefa atau Pasar  Hamadi, dan kalau hasil kebunnya tidak laku mereka akan membuang atau membawa pulang,” tuturnya bercerita kisah para petani.

Diakui, terkadang mereka para petani  akan pulang kadang siang atau sore hari dengan menggunakan truk.

“Ini satu kondisi yang harus mendapat perhatian Pemerintah Provinsi  Papua untuk membentuk dan melakukan pengadaan adanya badan usaha angkutan darat atau BUMD angkutan darat,” tutur Pria asal Paniai yang juga Ketua Dewan Adat Paniyai ini.

Jhon Gobai berharap,  adanya bantuan dari Kementrian Perhubungan atau Kementerian Desa yang dikelola lewat BUMD.

“Dan dikhususkan  bagi masyarakat yang tidak terjangkau seperti di Arso IV dan daerah lainnya khusus untuk membantu petani Papua,” tandasnya. (Eveerth Joumilena)