JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kota Jayapura mencanangkan Natal atau Gerbang Natal Port Numbay, dalam rangka menyambut Natal 25 Desember 2018, yang di mulai dengan pawai berjalan kaki dari kantor Gubernur hingga Taman Imbi Jayapura.

Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba yaitu: Pohon Natal dari bahan daur ulang dengan jumlah peserta 423 kelompok, Fashion Show dengan kostum daur ulang dengan 40 peserta tingkat TK sampai SMP.Pemerintah kota juga membuka layanan Pasar Murah, pengobatan Masal, pelayanan pembuatan E KTP. Sabtu(1/12/2018)

Caption Foto : Suasana Kegiatan di Taman Imbi Kota Jayapura. (Fransisca / lintaspapua.com )

Sebagaimana, Sekretaris Persatuan Gereja-Gereja Jayapura, Pdt. Petrus Imulyana berpesan, khusus kepada masyarakat untuk Natal tahun 2018. untuk saling mendekat tanpa perbedaan.

 

“Bulan ini, masa kelahiran Yesus, kita di titik nol kota Jayapura Ada kemuliaan Tuhan. Kita hadir disini menyaksikan kristus lahir untuk kita semua, peristiwa natal itu mendekatkan masyarakat untuk saling bertemu tanpa batas, tanpa isi buku tamu.Yesus mengumpulkan orang lalu merangkul dengan kasih, tidak membawa perbedaan,” pesannya.

 

Sementara itu Ketua Panitia, Agripa Wally  mengatakan,  bahwa  latar belakang dan tujuan Gerbang Natal mengajak masyarakat pintar mengunakan produk dari ulang

Caption Foto : Suasana Kegiatan di Taman Imbi Kota Jayapura. (Fransisca / lintaspapua.com )

“Kami Mengupayakan kebersihan kota dengan memanfaatkan bahan yang Sudah tidak terpakai lagi,untuk di daur ulang kembali, bermanfaat bagi sekitar, bernilai ekonomis dan inovatif.” Katanya

 

Sebelum membuka kegiatan ini walikota mengajak anak-anak sekolah minggu Kota Jayapura untuk menyanyikan lagu Natal dengan meriah, memilih seorang anak untuk berdoa, terakhir membuka kegiatan Gerbang Natal.

 

Sementara itu, Wali Kota Jayapura,  DR. Drs. Benhur Tomi Mano, MM. mengatakan, bahwa  Gerbang Natal adalah kegiatan rutin pemerintah Kota Jayapura yang mampu menciptakan toleransi, Cerminan Bhineka Tunggal Ika.

Selain itu beliau juga menyampaikan,  himbauan pada saat Natal dan tahun baru.

 

“Setiap tahun kita mengadakan Natal gerbang, bersama dengan 48 denominasi gereja, seluruh umat agama lain, Ikut pawai berjalan dari kantor Gubernur hingga taman Imbi,” katanya.

 

Diakui, kemajemukan dari Kota ini menjadi kekuatan, kita menyatakan toleransi ada disini, ada Bhineka Tungal Ika.

 

Caption foto : Ketua Panitia, Agripa Wally dan Sekretaris Persatuan Gereja-Gereja Jayapura, Pdt. Petrus Imulyana serta  Wali Kota Jayapura,  DR. Drs. Benhur Tomi Mano, MM. (Fransisca / lintaspapua.cpom )

“Natal ini kita rayakan dengan sukacita.menunjukan Kota  Jayapura adalah kota damai dan diberkati,” tuturnya.

Wali Kota BTM menegaskan, bahwa pada tanggal 24, 25 dan 31 tidak boleh ada Suara petasan, penjualan  minuman keras  dan seluruh element melakukan sosialisasi ini, untuk menjaga kota kita bersih.

“Mari bersaama  menjaga hati kita. Kita sudah menjaga Kota Jayapura menjadi kota integral dari Indonesia,” pungkasnya. (Fransisca / lintaspapua.com )