Dinkes Papua 2018 : Perkembangan HIV – AIDS Mencapai 38.874 Kasus

164
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes menjelaskan kondisi saat ini HIV-AIDS Papua dan upaya yang sudah dilakukan dan kasus baru HIV-AIDS di Papua. (Fransisca / lintaspapua.com )

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Dinas kesehatan Provinsi menunjukan kepeduliannya kepada masyarakat Papua, dengan terus mengajak masyarakat untuk hidup sehat sampai di pelosok Papua. Sebab, saat ini Papua berada di posisi ke empat pengidap HIV – AIDS di Indonesia.

 

“Sebelumnya sudah berhasil meningalkan posisi ke satu di tahun 2009,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Dalam rangka hari AIDS se-dunia Dinas Kesehatan Jayapura menggelar jumpa pers untuk menyampaikan latar belakang dan situasi pengendalian HIV-AIDS di Papua, bersama mitra kerja program HIV- AIDS, Jumat (30/11/2018), di ruang rapat dinas kesehatan Provinsi Papua.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes menjelaskan kondisi saat ini HIV-AIDS Papua dan upaya yang sudah dilakukan dan kasus baru HIV-AIDS di Papua.

 

“Kami jajaran Dinas Kesehatan Papua akan menyampaikan perkembangan HIV-AIDS di Papua, sudah menembus total 38.874 kasus, terdiri 14.581 kasus HIV, 24.293 kasus AIDS.Ini keprihatinan kita bersama, terjadinya kasus ini di sebabkan oleh multisektor atau banyak pihak,” katanya.

Ditambahkan, bahwa saat  ini dilapangan penemuan kasus bertambah, karena kita mampu mengalakan promosi kesehatan kepada masyarakat untuk melakukan tes sukareladi pelayanan kesehatan.

“Hasil dari pemeriksaan mendapatkan lingkungan yang mengalami tingakt penularan HIV-AIDS tertingi di lingkungan Penambangan liar, komunitas pengedaran MIRAS tinggi,kumpulan anak Aibon,” jelasnya.

 

Kemudian Aloysius mengungkapkan,  bahwa Dinas kesehatan terus memberikan pengobatan rutin antiretroviral (ARV) dan pelayanan medis secara Psikologis kepada orang dengan AIDS

Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS. Tuberkulosis (TB). dan Malaria (ATM) Dinas Kesehatan Papua, dr. Bery Wapori.M.Kes.. (Fransisca / lintaspapua.com )

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis AIDS. Tuberkulosis (TB). dan Malaria (ATM) Dinas Kesehatan Papua,  dr. Bery Wapori.M.Kes.,  mengatakan koordinasi diperlukan untuk memastikan bentuk kegiatan yang sesuai dengan tema di Papua “Sa berani, Sa sehat” sebagai peringatan hari AIDS sedunia.

 

 

 

 

“Hari HlV/AIDS sedunia ini kita memang harus segera melakukan koordinasi karena belum ada arahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memberi petunjuk perecanaan peringatan hari AIDS sedunia nanti pada 1 Desember 2017 seperti apa,” tandasnya. (Fransisca / lintaspapua.com )