Tampak Salah Satu Rumah Layak Huni yang dibangun. Pemerintah Kampung Sosiri mengambil kebijakan mengalokasikan dana desa (DDS) tahun anggaran 2018 untuk membangun rumah layak huni sebanyak 15 unit. "Lima belas unit rumah ini langsung diberikan kepada 15 penerima manfaat yang mempunyai ekonomi lemah," kata Kepala Kampung Sosiri, Andreas Enok. (Foto Istimewa)

SOSIRI (LINTAS PAPUA)  – Kepala Kampung Sosiri, Andreas Enok  mengatakan, bahwa bahwa untuk tahun 2018 ini dana desa semuanya kita gunakan untuk membangun rumah, termasuk Pemerintah Kampung Sosiri mengambil kebijakan mengalokasikan dana desa (DDS) tahun anggaran 2018 untuk membangun rumah layak huni sebanyak 15 unit.

“Program ini akan tetap berlanjut, tahun depan akan kita bangun lagi. Jika dana bertambah maka volumenya kita tambah. Untuk tahap I (20%) kita bangun 3 unit masing-masing RW dapat mendapatkan jatah 1 unit dan pada tahap kedua (40 %) kita bangun 6 unit yang mana mana masing-masing RW mendapatkan 2 unit,” ujar ujar Kepala Kampung Sosisi, Andreas Enok, dalam keterangannya yang dimuat di website Kampung Sosiri http://sosiri.kampungjayapurakab.id/2018/11/28/kampung-sosiri-membangun-15-unit-rumah-layak-huni-dari-dana-desa-dds/ 

Ditambahkan, pada tahap ketiga (40%) juga sama dengan tahap kedua yaitu 6 unit yang dibangun sehingga total 15 unit untuk tahun ini.

Sebagaimana diketahui, kebutuhan manusia bukan hanya makan minum saja namun memiliki tempat tinggal yang baik, sehat, aman dari ancaman bahaya merupakan impian semua orang.

Begitu juga masyarakat Kampung Sosiri, sebagian dari mereka tidak mampu membangun rumah sendiri.

Untuk itu, Pemerintah Kampung Sosiri mengambil kebijakan mengalokasikan dana desa (DDS) tahun anggaran 2018 untuk membangun rumah layak huni sebanyak 15 unit.

“Lima belas unit rumah ini langsung diberikan kepada 15 penerima manfaat yang mempunyai ekonomi lemah,” kata Kepala Kampung Sosiri, Andreas Enok.

 

Sementara itu, Ketua Tim Pengelola Keuangan Kampung (TP-PKK) yang juga selaku Sekretaris Kampung, Frans Entong mengatakan, bahwa 1 unit rumah saja kita bangun hanya dengan Rp. 43.063.800 jika flatform bertambah tentu kita tambah kelengkapan lainnya.

“Masyarakat sangat mendukung dan membantu bekerja bersama-sama secara gotong-royong menyelesaikan setiap rumah. Mekanisme pemilihan penerima manfaat yaitu diputuskan oleh ketua RW yang mana diputuskan pada saat musrembang tingkat RT/RW,” ungkapnya.

Sementara itu, Penerima Manfaat, Adolf Enok mengakui, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kampung Sosiri,  karena sudah menolong kami yang sudah membangun sebuah rumah bagi kami.

“Secara pribadi dan keluarga kami sangat menyetujui dengan adanya program pembangunan rumah layak huni yang dikerjakan dengan baik dan alokasi dana yang tepat sasaran,” ujar Adolf Enok. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here