Inovasi atau Gigit Jari

0
376
Presiden Joko Widodo pagi ini, Jumat, 3 November 2017 meresmikan pengoperasian jalan tol Becakayu yang menghubungkan Bekasi, Cawang, dan Kampung Melayu.

Saksikan Bedah EDITORIAL MEDIA INDONESIA setiap pagi pukul 07.05 WIB hanya di METRO TV atau LIVE STREAMING nya melalui mediaindonesia.com/streaming

Anda bisa menanggapi langsung dan memberikan opini dengan menghubungi 021-58300022, Twitter @mediaindonesia atau kirimkan komentar Anda ke e-mail: forum@mediaindonesia.com

Inovasi atau Gigit Jari

PROYEK Tol Trans-Jawa dalam waktu dekat rampung. Tahun depan, integrasi infrastruktur tol sepanjang pantai utara Jawa yang dirintis sejak dua dekade lalu itu benar-benar tuntas. Jarak sejauh 870 kilometer dari Merak hingga Surabaya akan bisa ditempuh melalui jalan bebas hambatan tanpa putus.

Tujuan pembangunan Tol Trans-Jawa ialah membuat mobilitas orang dan barang menjadi kian mudah, cepat, dan efisien. Bukan hanya Merak dan Surabaya yang bisa memetik keuntungan, melainkan juga seluruh daerah di Pulau Jawa.

Namun, jangan terjebak pada harapan sempit bahwa Tol Trans-Jawa bakal membuat perjalanan mudik Lebaran lancar dan cepat. Manfaatnya jauh, jauh lebih besar daripada itu. Manfaat besar tersebut dapat diraih dengan syarat daerah proaktif menyelaraskan pembangunan setempat dengan infrastruktur strategis yang terbangun.

Tidak hanya Tol Trans-Jawa, tetapi juga integrasi infrastruktur jalan bebas hambatan serupa di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Perlu kreativitas dan kerja keras jika tidak ingin hanya menjadi penonton. Daerah yang kering inovasi akan mengeluh bahwa ruas-ruas jalan mereka menjadi sepi dan perdagangan lesu karena arus kendaraan beralih ke tol.

Tentu saja sepi bila di daerah itu tidak ada yang menarik untuk disinggahi. Sebaliknya, daerah yang kaya inovasi akan memandang integrasi tol sebagai berkah. Mereka melihat banyak peluang baru untuk meningkatkan perekonomian setempat.

Daya tarik ekonomi setidaknya dilihat dari dua sudut pandang, investor dan wisatawan. Itu pula sebabnya, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada para kepala daerah integrasi kawasan industri dan kawasan wisata agar manfaat proyek penyatuan tol maksimal.

Beberapa daerah sudah bergerak cepat dan hasilnya langsung terasa. Contohnya Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Pemda tersebut melanjutkan pengembangan kawasan industri yang sudah dimulai beberapa tahun lalu. Dalam kurun lima tahun terakhir, perekonomian daerah itu melejit dan semakin terpacu oleh tersambungnya ruas-ruas Tol Trans-Jawa.

Sebagian daerah telah menyesuaikan rencana tata ruang dan wilayah mereka untuk mengakomodasi pengembangan objek-objek wisata ataupun gugus industri. Akan tetapi, manfaat belum teraih sesuai dengan potensi sesungguhnya jika semua daerah bergerak sendiri-sendiri.

Integrasi perlu diperluas ke pengembangan ekonomi secara bersama. Di sini diperlukan koordinasi antardaerah, sedangkan koordinasi mensyaratkan komunikasi yang intensif dan efektif.

Para kepala daerah perlu banyak-banyak berkomunikasi untuk merembukkan kolaborasi ekonomi yang memberikan keuntungan bagi tiap daerah. Tanpa integrasi, dikhawatirkan justru timbul persaingan yang tidak sehat antardaerah. Padahal, semangat saling menjatuhkan untuk meraih keuntungan sudah ketinggalan zaman karena terbukti hanya mendatangkan kemenangan semu.

Lebih jauh, pembangunan infrastruktur serupa Tol Trans-Jawa sangat penting untuk tetap berlanjut. Di Jawa pun, proyek integrasi ruas tol di sepanjang pantai selatan masih menunggu kepastian penuntasan. Di Sumatra, belum sampai separuh yang terbangun dan terkoneksi. Demikian pula di Papua, Kalimantan, dan Sulawesi.

Begitu proyek tuntas, tumpuan upaya pemerataan beralih pada kepiawaian kepala daerah. Jangan sampai akibat kepala daerah miskin inovasi, warganya hanya bisa memandangi kendaraan lalu lalang di tol sambil gigit jari.

BACA NASKAH LENGKAP:
http://m.mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/1547-inovasi-atau-gigit-jari

LIVE STREAMING:
http://mediaindonesia.com/streaming

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here