JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Dinas Kehutanan Provinsi Papua menyelenggarakan bimbingan teknis pengelolaan benih tanaman hutan tahun 2018.

Kegiatan ini dihadiri 60 peserta bimbingan teknis pengelolaan sumber benih tanaman hutan yang di wakili oleh 2 orang dari Dinas Kehutanan Provinsi Papua, 22 orang dari cabang dinas kehutanan se – Papua.

Setta 27 orang dari Kesatuan Pengelolaan Hutan, 4 orang dari UPTD Balai Pembenihan Tanaman Hutan Papua, 2 orang dari UPTD Kebun Raya Koya Koso, UPTD Kementrian BPDAS-HL Membramo.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi  sumberdaya manusia, di bidang pembenihan tanaman hutan, secara khusus pengelolaan sumber benih tanaman hutan, juga mendapatkan tenaga terampil dalam pengelolaan sumber benih di tingkat tapak.Narasumber berasal dari Balai pembenihan tanaman hutan wilayah 2 Makasar, B2P2BPTH Hutan Yogyakarta, Balai penelitian kehutanan Manokwari,Kamis(29/11/2018), Hotel Matos Jayapura

Kepala Balai Pembenihan Tanaman Hutan, Ning Sri Astuti mengatakan, bahwa tujuan dan sasaran utama kegiatan ini untuk pengelolaan sumber bibit unggul tanaman hutan.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan ketrampilan dari staf dan karyawan yang mengelola perbenihan dan persemaian, karena sudah terbentuk(cabang dinas kehutanan ) CDK sebanyak 19, dan (Kesatuan pengelola hutan) KPHsebanyak 14 sehingga rekan ini  perlu di berikan bimbingan bagaimana cara melakukan pengelolaan sumber benih, maupun persemaian,” jelasnya.

Diakui, sasaran utamanya adalah kita bis mengelola sumber benih itu secara baik, sehinga menciptakan benih berkualitas untuk mendukung produksi bibit secara optimal.

Sementara itu, Pemateri dari BPTH wilayah 2 Makassar, Pejabat fungsional P Muda, Beni Dalih, mennyampaikan materi pembenihan hinga ke sertifikasi tanaman, juga memberikan rekomendasi bibit bagi tanah Papua.

“Pengelolaan sumber benih di Papua ini sudah sesuai arahan kepala dinas Kehutanan Papua, potensi yang ada di Papua ini sendiri ini sangat banyak, calon sumber benih ini bisa di usulkan sebagai sumber benih, akhirnya bisa di laksanakan sertifikasi sumber benih di wilayah masing-masing,” katanya.

Pihaknya merekomendasikan, untuk masyarakat menanam kembali tanaman asli Papua, karena tanaman hutan ini yang paling cocok dengan kondisi tanah  Papua.

“Pada kesempatan ini kita menyampaikan klasifikasi sumber benih, skema sertifikasi dari sumber benih ini sendiri, masuk ke dekripsi sumber benih,” tandasnya. ( Fransisca / lintaspapua.com )