Bappeda Kabupaten Jayapura Gelar Rakor Program Kegiatan Pembangunan

0
483
Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna Hikoyabi, saat diwawancara. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Selasa (27/11/2018) lalu, menggelar rapat evaluasi realisasi program kegiatan dan pembangunan triwulan III tahun 2018.

 

Rapat yang dilaksanakan di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Mera, Sentani tersebut, dipimpin Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, dan dihadiri para para asisten, staf ahli dan pimpinan OPD di lingkup Kabupaten Jayapura.

 

Demikian dikatakan Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna Hikoyabi, kepada wartawan harian ini saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (28/11/2018) kemarin sore.

 

“Ya, kita dari Bappeda ingin menyampaikan laporan realisasi program kegiatan pembangunan dari akhir bulan Oktober hingga minggu pertama di bulan November tahun 2018 itu, berupa pelaporan dari pelaksanaan penyerapan program kegiatan pembangunan untuk realisasi fisik di akhir Otkober itu telah mencapai 75,80 persen. Seharusnya realisasi fisik itu bisa mencapai 83,33 persen, sehingga masih ada kurang sekitar 7,53 persen,” katanya.

 

Realisasi pelaksanaan program atau kegiatan pembangunan dari Oktober hingga November 2018, yakni dilaksanakan oleh 54 Perangkat Daerah (PD) pelaksana, dengan jumlah program sebanyak 380 program, yang terlaksana sebanyak 352 program dengan persentase 92,63 persen, sedangkan program yang belum terlaksana sebanyak 28 dengan persentase sekitar 7,73 persen.

Sementara untuk jumlah kegiatan sebanyak 1.364 kegiatan, terlaksana sebanyak 1.199 kegiatan dengan persentase 87,90 persen dan belum terlaksana sekitar 165 dengan persentase 12,10 persen.

Lanjut kata Hanna, laporan realisasi ini direkap berdasarkan hasil pelaksanaan pelaksanaan evaluasi pada tanggal 15 Oktober 2018 lalu itu terjadi peningkatan realisasi fisik sebesar 33,95 persen di tanggal 27 November 2018.

“Realisasi tersebut merupakan rekapitulasi berdasarkan laporan yang disampaikan melalui aplikasi SICKAT (Sistem Informasi Capaian Kinerja Terpadu) yang ada di bidang Penlap Bappeda dan dilaporkan oleh Perangkat Daerah setiap bulan,” paparnya.

Adapun capaian realisasi fisik yang melebihi target atau realisasi fisiknya lebih besar dari 83 persen itu sebanyak 14 Perangkat Daerah (PD). Namun ada juga capaian realisasi fisik yang mendekati target atau realisasi fisik berkisar antara 73 persen hingga 82 peren itu sebanyak 17 PD. Sedangkan untuk capaian realisasi fisik yang kurang dari target atau realisasi fisiknya berkisar antara 61 persen hingga 72 persen itu sebanyak 17 Perangkat Daerah (PD).

 

Untuk realisasi pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) dari bulan Oktober hingga November 2018 itu, kata Hanna, ada 21 Perangkat Daerah (PD) penerima dana Otsus.

Dengan jumlah program sebanyak 45 program, terlaksana 43 program dengan persentase 95,55 persen dan belum terlaksana 2 program dengan persentase 4,46 persen. Sementera untuk jumlah kegiatan sebanyak 107 kegiatan, yang terlaksana 101 program dengan persentase 94,39 persen dan belum terlaksana 6 program dengan persentase 5,61 persen.

 

Dikatakan Hanna, laporan realisasi ini direkap berdasarkan hasil pelaksanaan evaluasi pada tanggal 15 Oktober 2018 lalu itu terjadi progress peningkatan realisasi fisik sebesar 17,12 persen.

Untuk realisasi pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan bersumber dari DAK (Dana Alokasi Khusus) dari buln Oktober hingga November 2018 itu, Hanna menyampaikan ada 11 OPD yang menerima anggaran DAK tersebut.

Dengan jumlah program sebanyak 23 program, terlaksana 22 dengan persentase 95,65 persen dan tidak terlaksana hanya 1 program dengan persentase 4,34 persen. Sementara untuk jumlah kegiatan sebanyak 48 kegiatan, yang terlaksana 45 kegiatan dengan persentase 93,75 persen dan tidak terlaksana cuma tiga program saja dengan persentase 6,25 persen.

Sementara dari laporan perkembangan realisasi fisik dan program kegiatan dari Oktober hingga November 2018, yang realisasi fisik sangat kurang dari target tau realisasi fisik kurang dari 60 persen itu ada 5 Perangkat Daerah (PD) yaitu DPMPTSP, Dinas Pertanahan Perumahan dan Kawasan Permukiman, Distrik Nimboran, Disnakertrans dan Distrik Sentani Timur. (Irfan / Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here