Inilah Sikap Pemerintah Provinsi Papua Atasi Wabah Polio

0
527
"Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berkewajiban mencegah dan menanggulangi penyakit endemis atau penyakit yang membahayakan kelangsungan hidup penduduk," ujar Asistan II Setda Papua, Noak Kapisa, saat membuka kegiatan Simulasi Cegah Tangkal Wabah Polio, di salah satu hotel di Jayapura, Rabu (28/11/2018).

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – “Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota berkewajiban mencegah dan menanggulangi penyakit endemis atau penyakit yang membahayakan kelangsungan hidup penduduk,” ujar Asistan II Setda Papua, Noak Kapisa, saat membuka kegiatan Simulasi Cegah Tangkal Wabah Polio,  di salah satu hotel di Jayapura, Rabu (28/11/2018).

Pada saat ini di Papua Nugini sedang berlangsung wabah polio yang sudah ditetapkan sebagai kondisi emergensi pada tanggal 22 Juni 2018, dan sampai hari ini sudah ada 25 kasus Polio di Papua Nugini .

” Dan sudah 9 Provinsi yang terkena dampaknya yaitu Enga, Morobe, Madang, Eastern Highland, Western Highland, Jiwaka, NCD, EHP serta Sepik kasus polio yang paling tua terkena pada anak umur 17 Tahun. ” katanya

Asisten II Setda Papua juga menyampaikan, bahwa pemerintah provinsi papua bersama kementerian kesehatan berdasarkan rekomendasi dari Komite Ahli Imunisasi Indonesia, telah mengambil langkah antisipatif untuk mencegah wabah polio masuk ke Papua.

“Imunisasi ini sudah dilaksanakan pada pertengahan bulan Juli 2018, dan pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Keerom, dan sampai saat ini imunisasi campak rubela dan polio masih berlangsung di Papua dan akan berakhir pada 30 Desember 2018 ” Ujarnya

Cakupan imunisasi campak rubela dan polio di Kota Jayapura, Keerom, Boven Digul dan Merauke sudah melewati targaet 95%.

” Selain imunisasi polio, juga akan dilaksanakan surveilans penyakit lumpuh layu akut oleh puskesmas dan rumah sakit serta hasilnya akan dilaporkan setiap minggu. ” tuturnya lagi. (Berti Pahabol / lintaspapua.com )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here