DAK Keerom Gelar Musyawarah Adat ke – IV : Bahas Perlindungan Hak Masyarakat

0
749
Dewan Adat Keerom (DAK) akhirnya menggelar Musyawarah Adat ke-IV tahun 2018 di Lapangan Sepakbola Arso Kota pada Senin (2018). Kegiatan Musyawarah adat kali ini dimaksudkan untuk menyusun program salah satunya perlindungan terhadap hak-hak adat yang ada di kabupaten Keerom. (Arif/ HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  –  Dewan Adat Keerom (DAK) akhirnya menggelar Musyawarah Adat ke-IV tahun 2018 di Lapangan Sepakbola Arso Kota pada Senin (2018). Kegiatan Musyawarah adat kali ini dimaksudkan untuk menyusun program salah satunya perlindungan terhadap hak-hak adat yang ada di kabupaten Keerom.

Pada kesempatan Musdat kali ini, Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM, turut hadir bersama Wakil Ketua II Dewan Adat Papua, Sayid Fadhal Al-hamid. Selain itu nampak juga Ketua DAK lama, Servo Tuamis, juga Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati MM dan para tokoh adat dari 11 distrik yang ada di Kabupaten Keerom.

Wakil Ketua II DAP, Sayid Fadhal Al-Hamid, mengemukakan pentingnya untuk menjaga identitas adat dan juga mereposisikan kembali adat di masa kini. Karena menurutnya posisi ada di masa kini tentu berbeda dengan nilai-nilai adat yang ada di di zaman puluhan atau ratusan tahun yang lalu.

‘’Dahulu, hukum adat bisa langsung dilaksanakan sesuai dengan nilai-nilai adat yang diwariskan turun temurun, namun saat ini tentunya nilai adat itu masih ada lagi aturan yang lebih tinggi seiring dengan hadirnya negara diatas adat. Demikian juga generasi muda kita saat ini ia boleh saja berprofesi apa saja namun jangan sampai meninggalkan identitas adatnya, ini semua perlu kita bahas dalam Musyawarah adat kali ini,’’pesannya.

Sementara itu, Bupati Keerom, Muh. Markum, SH, MH, MM, dalam kesempatan berikut menyampaikan Keerom memiliki 12 suku asli dan 24 suku lainnya yang jumlahnya 36 suku yang mendiami wilayah ini, sedangkan di tanah Papua didiami oleh 250 suku itu memiliki keanekaragaman budaya yang sangat unik dan bahkan menjadi keunikan di dunia.

‘’Semua memiliki keanekaragaman yang baik agar sama-sama kita bertanggungjawab, melindungi dan membina, agar tetap lestari serta nilai-nilai adat, wawasan kebudayaan sudah melekat dalam hati kita selama ini, tetapi masih ada yang belum menghayati di kab. Keerom itu sendiri, saya berpesan agar bermusyawarah dengan baik yang nantinya akan terpilih ketua dewan adat 5 tahun kedepan,’’pesannya.

Turut hadir diacara tersebut, Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM, Wakil Ketua II Dewan Adat Provinsi Papua, Sayid Fadhal Al Hamid, Sekda Keerom, Drs. Blasius Waluyo Sejati MM, Asisten I, Hulman Sitinjak, Asisten III, Winoto, Ketua DAK Keerom, Serfosius Tuamis, Danramil Arso, Mayor Chk (K) Yuliana Rosalio Yoku, dan tamu undangan lainnya.Kegiatan direncanakan berlangsung selama 4 hari. (Arif / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here